Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Menanti Giant Sea Wall, Warga Pilangsari Kendal 5 Tahun Bertahan dari Kepungan Rob

Setiap musim rob tiba, air laut perlahan masuk ke rumah-rumah warga Dusun Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kendal. 

Tayang:
TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
ROB PESISIR - Kondisi rob di wilayah pesisir Kabupaten Kendal yang terjadi rutin tahunan, Senin (8/6/2026). Tak hanya masuk ke rumah, rob juga merusak lahan pertanian warga yang menyebabkan kerugian ratusan juta. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Setiap musim rob tiba, air laut perlahan masuk ke rumah-rumah warga Dusun Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kendal

Air asin bersifat korosif terhadap besi itu merendam lantai, merusak perabot, dan menggenangi puluhan hektar lahan pertanian. 

Warga RT 2 Dusun Pilangsari, Kusmiyati bercerita air rob mulai menggenangi rumah saat sore hari sejak sebulan terakhir dengan ketinggian bervariasi. Air rob baru mulai surut saat malam dan pagi.

Baca juga: 2 Tahun Terkepung Rob, Tanggul Jebol di Pati Rendam Puluhan Rumah dan 160 Hektare Tambak

Dia mengatakan, fenomena itu sudah 5 tahun jadi tamu tahunan yang masuk tanpa permisi.

“Kalau musim rob biasanya mulai Mei, air rob masuk rumah,” katanya, Senin (8/6/2026).

Kusmiyati tak punya pilihan lain selain bertahan meski mengalami rob langganan. 

Dia bersama warga lain hanya bisa mencegah gelombang rob semakin tinggi, dengan melakukan ekskalasi penanaman mangrove secara berkala.

Tak hanya warga desa, lanjutnya, penanaman mangrove juga kerap dilakukan oleh komunitas pecinta alam beserta lembaga pemerintahan maupun swasta di pesisir Kendal.

Kusmiyati sudah merasakan dampaknya meski tak secara instan dapat menghambat laju gelombang rob yang membasahi perkampungannya.

"Iya membantu meski tidak langsung. Dampaknya sedikit mengurangi rob," tuturnya.

Kepala Desa Pidodokulon, Didik Prastiawan mengatakan, ada dua wilayah RT, yaitu RT 2 dan RT 3 dengan jumlah sekitar 100 rumah yang terdampak banjir rob. 

Selain itu, lahan pertanian produktif, tegalan dan tambak ikan, dengan total sekitar 50 hingga 100 hektar juga ikut terendam rob yang membuat petani merugi ratusan juta.

"Lahan pertanian kalau enggak rob umumnya ya ditanami padi, kalau tegalan ditanami palawija," ujarnya.

Didik menuturkan, pemerintah desa sudah berupaya melakukan pencegahan banjir rob sejak tahun 2020. Pemerintah desa bersama warga, juga terus masif melakukan penanaman mangrove rutin tiap bulan. 

"Warga banyak yang membantu menanam mangrove tiap bulan atau dua minggu sekali," sambungnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved