Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Wonosobo

Hujan 4 Jam di Wonosobo, 20 Rumah Rusak dan Longsor Tutup Akses Jalan

Hujan deras disertai angin kencang dan petir kembali melanda Kabupaten Wonosobo, Jumat (10/4/2026).

Penulis: Imah Masitoh | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/BPBD KABUPATEN WONOSOBO
TANAH LONGSOR - Petugas BPBD bersama warga mengevakuasi material longsor dan batang bambu yang menutup akses jalan di Dusun Drewel, Desa Bumiroso, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Jumat (10/4/2026), seusai hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Hujan deras disertai angin kencang dan petir kembali melanda Kabupaten Wonosobo, Jumat (10/4/2026).

Hujan yang berlangsung selama sekira empat jam ini menyebabkan kejadian bencana di beberapa wilayah.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Wonosobo, dampak yang ditimbulkan meliputi kerusakan rumah warga hingga tanah longsor yang sempat mengganggu akses jalan maupun saluran irigasi.

Baca juga: Ini Penyebab Parakan-Kertek Wonosobo Rawan Kecelakaan, Terkenal sebagai Jalur Tengkorak

Di Kecamatan Garung, hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya 20 rumah warga di Desa Tegalsari.

Rinciannya, delapan rumah terdampak di Dusun Siwadas dan 12 rumah lainnya di Dusun Tegalsari.

"Kerusakan yang terjadi dikategorikan sebagai rusak ringan hingga sedang."

"Hingga sore ini kami masih melakukan pendataan sekaligus penanganan terhadap rumah-rumah yang terdampak," ujar Koordinator TRC BPBD Kabupaten Wonosobo.

Sementara itu, di Kecamatan Watumalang, bencana tanah longsor terjadi di Desa Bumiroso, tepatnya di Dusun Drewel.

Longsoran tanah yang disertai tumbangnya rumpun bambu sempat menutup saluran irigasi dan akses jalan warga.

"Untuk yang di Bumiroso kondisinya telah ditangani petugas gabungan," ujarnya.

Baca juga: DPUPR Butuh Rp1 Triliun untuk Rawat 2.414 Kilometer Jalan Provinsi Jawa Tengah

Masih di Kecamatan Watumalang, hujan dan angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada satu rumah warga di Dusun Bakalan, Desa Lumajang.

Di wilayah lain, tepatnya di Kecamatan Kepil, tanah longsor juga terjadi di Desa Ropoh, Dusun Pangempon.

Material longsoran menutup akses jalan antar dusun sehingga sempat menghambat mobilitas warga.

Meski demikian, akses jalan tersebut kini telah dibuka kembali setelah dilakukan penanganan.

BPBD Kabupaten Wonosobo memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam seluruh kejadian yang terjadi akibat cuaca ekstrem tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di Wonosobo. (*)

Baca juga: Update Kecelakaan Beruntun 4 Kendaraan di Silayur Semarang, Begini Kronologi Lengkapnya

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved