Berita Jateng
Proyek PLTS Raksasa Bakal Masuk Karimunjawa
Wajah kelistrikan di Karimunjawa bersiap berubah. Kawasan wisata yang selama ini bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wajah kelistrikan di Karimunjawa bersiap berubah. Kawasan wisata yang selama ini bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) bakal mendapat tambahan sumber energi baru melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar.
Rencana tersebut tengah disiapkan oleh PLN Indonesia Power (PLN IP) sebagai bagian dari upaya efisiensi energi sekaligus dorongan penggunaan energi ramah lingkungan di wilayah kepulauan.
Engineering Listrik PLN IP Semarang, Edwin Widodo, menjelaskan bahwa proyek ini awalnya ditargetkan berjalan pada 2026.
Namun, dalam perkembangannya, jadwal pelaksanaan mundur dan direncanakan mulai direalisasikan pada 2027.
“PLTS ini nantinya akan menjadi pembangkit tambahan. Jadi tidak hanya mengandalkan PLTD, tetapi ada sistem cadangan yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya, Jumat (17/4/2026).
Dalam perencanaannya, sistem PLTS akan dibangun di beberapa titik.
Sebanyak tujuh titik dirancang terhubung dengan jaringan (on grid), sementara tiga titik lainnya menggunakan sistem mandiri untuk mendukung kebutuhan tertentu.
Lokasi pembangunan dipusatkan di Pulau Legon Bajak, tidak jauh dari pembangkit yang sudah ada saat ini.
Total lahan yang disiapkan mencapai sekitar 9 hektare dengan konsep land base atau berbasis daratan.
Baca juga: Alarm Bahaya Demokrasi: AJI dan Bawaslu Jateng Ungkap Ancaman Serius Jelang Pemilu
Penggunaan lahan ini tak lepas dari konsekuensi.
Sejumlah pohon jambu mete di area tersebut harus ditebang untuk memberi ruang bagi pemasangan panel surya.
Meski demikian, Edwin memastikan bahwa lahan yang digunakan merupakan aset milik pemerintah daerah dan berada di luar kawasan konservasi.
Proses koordinasi dengan pemerintah setempat dan sosialisasi kepada masyarakat juga telah dilakukan.
“Perizinan sudah kami proses, termasuk dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya.
Dikatakannya PLTS tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan di Karimunjawa yang selama ini cukup rentan jika terjadi gangguan pada pembangkit utama.
Dengan adanya dua sumber energi, pasokan listrik dapat tetap terjaga.
“Kalau PLTD ada kendala, bisa dibackup oleh PLTS. Begitu juga sebaliknya,” imbuhnya. (bud)
| Peternakan Sapi Perah Terbesar Bakal Dibangun di Jateng, Kapasitas 30 Ribu Ekor |
|
|---|
| Gubernur Ahmad Luthfi: Jangan Samakan Jateng dengan Jabar, Pembangunan Harus Kolaboratif |
|
|---|
| Pemanasan Menuju May Day, Ratusan Buruh FSPMI Kepung Kantor DPRD Jateng |
|
|---|
| Mega Farm Berkapasitas 30 Ribu Sapi Perah Siap Dibangun di Brebes |
|
|---|
| Setebal Tesis, Dokumen Penolakan Tambang Berjarak 5Km dari Borobudur Diserahkan ke DLHK Jateng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260417_perahu-nelayan.jpg)