Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Garis Polisi Kelilingi Dapur SPPG Desa Pilangwetan Demak, Ada Apakah?

Dapur SPPG yang berada di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, tiba-tiba terpasang garis polisi pada minggu (19/4/2026).

Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
Kompas.com/NUR ZAIDI
GARIS POLISI - Dapur SPPG di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, dipasang garis polisi, Minggu (19/4/2026). Penutupan itu diduga terkait ratusan santri mengalami keracunan. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Dapur SPPG yang berada di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, tiba-tiba terpasang garis polisi.

Garis polisi tersebut mengelilingi halaman depan dan gerbang utama SPPG pada Minggu (19/4/2026).

Berkait garis polisi tersebut, Koordinator Wilayah SPPG Demak, Muzani Ali menyebut ada keterkaitannya dengan insiden ratusan santri diduga mengalami keracunan.

Mereka mengalami mual dan muntah, hingga tubuh lemas seusai menyantap menu MBG yang dibagikan pada Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: Nus Kei Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara, 2 Pelaku Ditangkap

Kecelakaan Emak-emak Tertemper KA Batara Kresna di Solo, Motor Terseret 2 Meter

Operasional SPPG itu pun terpaksa ditutup sementara.

Penyebabnya lantaran ada ratusan santri yang diduga keracunan seusai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). 

"Berhenti sementara hingga ada surat lagi," kata Koordinator Wilayah SPPG Demak, Muzani Ali seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (19/4/2026).

Dia mengatakan, SPPG di Desa Pilangwetan baru beroperasi dua bulan ini, tepatnya mulai 9 Februari 2026.

Sebelumnya, Ali mengatakan, MBG didistribusikan pada Sabtu (18/4/2026). Dugaan keracunan itu dilaporkan mulai Minggu (19/4/2026) pagi.

"Berdasarkan observasi Puskesmas Kebonagung yang masuk ke faskes ada di PKU Gubug, sama yang lainnya itu totalnya ada 95 rawat inap," kata Ali.

Ratusan Santri Diduga Keracunan

Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan mengkonfirmasi, lebih dari seratus orang sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan.

Ratusan santri itu diduga keracunan MBG dari dapur SPPG di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung.

Arief mengatakan, hingga Minggu (19/4/2026) siang, korban yang diduga keracunan MBG mengalami mual dan muntah.

Lima orang yang sempat dirawat di Puskesmas Kebonagung kini sudah diperbolehkan pulang dan puluhan lainnya dirujuk di fasilitas kesehatan berbeda-beda.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved