Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mahasiswa Unsoed Disekap

Mahasiswa Unsoed Disekap selama Berhari-hari oleh Sesama Mahasiswa

Seorang mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh sesama mahasiswa.

|
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Rabu 22 April 2026 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Seorang mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh sesama mahasiswa.

Peristiwa tersebut berlangsung pada Selasa (14/4/2026) hingga Rabu (15/4/2026).

Korban baru kembali ke rumah, pada Kamis (16/4/2026), sehingga tidak dapat mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS).

Direktur Advokasi Tribhata Banyumas, Salsabila Hasna Huaida, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima kuasa dari korban untuk mengawal proses hukum yang berjalan.

"Kami menerima kuasa dari korban atau pelapor berinisial D, yang merupakan saksi korban dalam peristiwa yang mengarah pada dugaan tindak pidana penganiayaan, pengeroyokan, perampasan barang, hingga penyekapan," ujar Salsabila, Senin (20/4/2026).

Salsabila menjelaskan, kejadian bermula saat korban berada di sekretariat organisasi kemahasiswaan, pada Selasa (14/4/2026).  

Pada saat itu, korban didatangi sejumlah orang berinisial J, B, L, dan S bersama beberapa rekannya.

Korban kemudian dibawa secara paksa ke area sekitar kantin GOR.

Di lokasi tersebut, korban disebut mengalami tekanan dan diminta mengakui persoalan pribadi dengan seorang perempuan berinisial A.

Korban juga mengalami kekerasan fisik selama berada di lokasi tersebut.

"Ia dipukul di berbagai bagian tubuh dan bahkan disundut rokok menyala berulang kali," ujar Salsabila.

Setelah itu, korban dipindahkan ke sebuah rumah kos milik salah satu terduga pelaku pada malam hari.  

Di tempat itu, korban disebut tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan keluarga. Pelaku juga merampas handphone (hp) milik korban.

Penyekapan dan penganiayaan berlanjut, pada Rabu (15/4/2026).

Korban sempat dibawa pulang untuk mengambil barang, namun tetap berada dalam pengawasan sebelum kembali ke lokasi kos.

Salsabila mengatakan, korban mengalami luka bakar serius akibat tindakan pelaku.

Korban akhirnya kembali ke rumah, pada Kamis (16/4/2026). 

Namun, hp-nya baru bisa diambil oleh keluarga, pada Sabtu (18/4/2026).

Diintimidasi

Pihak keluarga menyatakan turut mengalami tekanan saat mencoba menindaklanjuti kasus yang dialami korban.

Pihak keluarga sempat menerima ancaman bahwa korban terancam tidak bisa kuliah di mana pun dan akan dilaporkan balik.

Di sisi lain, keluarga korban sempat mendatangi pihak kampus, pada Senin (20/4/2026), untuk mencari kejelasan.

Dalam proses tersebut, mereka mengaku mendapat tekanan verbal.

Keluarga korban didampingi Tribhata Banyumas akhirnya melaporkan kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan ke Polresta Banyumas, pada Senin (20/4/2026).

Dalam kesempatan terpisah, Juru Bicara Unsoed Dian Bestari membenarkan bahwa kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan dialami oleh salah satu mahasiswanya.

Keluarga korban sudah menemui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK), pada Senin (20/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pihak kampus mengarahkan keluarga korban untuk melaporkan kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan ke polisi. "Namun, sampai saat ini belum ada laporan kepada Satgas PPK," ujar Dian, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, kasus penyekapan dan penganiayaan dilatarbelakangi oleh dugaan kekerasan seksual yang dilakukan korban.

Dian menegaskan, Unsoed tidak menoleransi segala bentuk kekerasan di dalam kampus.

Mengenai dugaan kekerasan yang dilakukan korban, hal ini baru diterima oleh Satgas PPK Unsoed pada Selasa siang.

"Karenanya semua korban atau saksi diharapkan segera melapor kepada Satgas PPK," imbuhnya. (Permata Putra Sejati)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved