Berita Jateng
493 Karateka Bersaing di Kejurnas Piala Karate Piala Wira Adhyaksa 2026 di Kota Semarang
Sebanyak 493 karateka dari 41 kontingen bersaing di ajang Kejuaraan Nasional Karate Piala Wira Adhyaksa 2026 Kejati Jawa Tengah
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARAMG - Sebanyak 493 karateka dari 41 kontingen bersaing di ajang Kejuaraan Nasional Karate Piala Wira Adhyaksa 2026 Kejati Jawa Tengah yang dipusatkan selama dua hari Sabtu (25/4) dan Minggu (26/4/2026) di GOR Jatidiri Semarang.
Mereka berasal dari empat provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten.
Ajang ini dinilai penting untuk meningkatkan jam terbang sekaligus mental bertanding para atlet.
Diharapkan pula, melalui kejuaraan ini, diharapkan muncul karateka andal yang berprestasi di berbagai level pertandingan.
Ajang ini juga turut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menegaskan, bahwa kompetisi menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pembinaan atlet menuju level yang lebih tinggi.
Baca juga: Update Terbaru Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Minggu 26 April 2026, Cek Rinciannya
''Ini bagian dari jam terbang atlet kita. Terima kasih kepada Kejaksaan yang telah mendorong perhatian terhadap pembinaan karate di daerah,'' ujar Sumarno.
Menurutnya, latihan tanpa diimbangi pengalaman bertanding tidak akan cukup membentuk mental juara. Ajang seperti Kejurnas menjadi ruang pembuktian kemampuan sekaligus evaluasi hasil latihan.
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Siswanto menilai, kolaborasi antara institusi penegak hukum dan dunia olahraga menjadi contoh sinergi positif dalam membangun karakter generasi muda.
''Olahraga melahirkan nilai sportivitas, kedisiplinan, dan kejujuran. Ini selaras dengan semangat penegakan hukum,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kejurnas Karate Piala Wira Adhyaksa tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pencarian bibit atlet potensial dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, kejuaraan ini turut mempererat persatuan antar-dojo dan antarwilayah.
''Kejuaraan ini memberikan pengalaman bertanding di level nasional, sebagai bekal untuk melangkah ke tingkat internasional,'' kata dia.
Siswanto juga berharap nilai-nilai integritas yang dijunjung dalam dunia hukum dapat tercermin dalam setiap pertandingan.
''Sportivitas bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi budaya yang hidup di arena pertandingan,” tegasnya.
Ketua Umum Pengprov Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia (Forki) Jawa Tengah Bambang Raya mengatakan, kejuaran ini sangat strategis untuk memantau perkembangan karateka Jawa Tengah.
''Kami sangat mengapresiasi kejuaraan ini. Semua bisa melakukan evaluasi pada hasil yang dicapai. Kami pun bisa melihat perkembangan karateka muda Jawa Tengah,'' kata Bambang.
| Progresif Dalam Penanganan Stunting, Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026 |
|
|---|
| Pemprov Jateng Mulai Serius Garap Industri Peternakan Sapi |
|
|---|
| Andalkan Speling, Pemprov Jateng Sabet Penghargaan Nasional Bidang Kesehatan |
|
|---|
| Jateng Perkuat Regenerasi Petani dan Inovasi Demi Jaga Ketahanan Pangan |
|
|---|
| Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik, Pemprov Jateng Gagal Raup Rp 50 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260426_karate.jpg)