Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Unsoed

Hujan dan Tangis Warnai Aksi Teaterikal Kekerasan Mahasiswa di Unsoed

Guyuran hujan yang turun sejak petang tak mampu membubarkan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Kampus Aman, Selasa (28/4/2026).

Tayang:
TRIBUN JATENG/Ist. Aliansi Masyarakat Peduli Kampus Aman.
AKSI MAHASISWA - Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Kampus Aman, saat menggelar aksi, Selasa (28/4/2026). Aksi damai yang digelar menyuarakan keadilan atas dugaan penganiayaan mahasiswa berinisial D itu justru mencapai puncak emosi saat sebuah teaterikal kekerasan dipentaskan di tengah kerumunan.  

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Guyuran hujan yang turun sejak petang tak mampu membubarkan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Kampus Aman, Selasa (28/4/2026).

Aksi damai yang digelar menyuarakan keadilan atas dugaan penganiayaan mahasiswa berinisial D itu justru mencapai puncak emosi saat sebuah teaterikal kekerasan dipentaskan di tengah kerumunan.

Dalam adegan tersebut, peserta aksi disuguhi gambaran detik-detik korban dijemput dari sekretariat unit kegiatan mahasiswa, lalu dibawa ke area pojok kampus yang gelap di sekitar GOR Soesilo Soedarman.

Baca juga: Unsoed Buka Prodi Teknik Pertambangan, Pertama di Jawa Tengah dan Jawab Kebutuhan Insinyur Nasional

Baca juga: Dua Mahasiswi Unsoed Korban Kekerasan Seksual Lapor Polisi

Korban kemudian mengalami bullying, pemukulan, hingga ancaman kekerasan.

Tak berhenti di situ, dalam teaterikal digambarkan korban kembali dibawa ke sebuah kos-kosan, penganiayaan berlanjut dengan tindakan penyundutan api rokok hingga tetesan lilin panas.

Adegan demi adegan yang menggambarkan kekejaman itu membuat suasana aksi berubah haru. 

Sejumlah peserta tampak meneteskan air mata.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas atas peristiwa penganiayaan yang dialami mahasiswa berinisial D pada 14 April lalu.

Meski hujan mengguyur, massa tetap bertahan sambil membawa berbagai poster, termasuk yang memperlihatkan luka-luka di tubuh korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami penyekapan dan penganiayaan brutal.

Tercatat lebih dari 150 luka bakar akibat sundukan rokok ditemukan di tubuh korban. 

Luka tersebut tersebar di bagian leher, punggung, bibir, lengan hingga bagian tubuh lainnya. Selain itu, wajah korban juga mengalami lebam.

Koordinator aksi, Azam Prasojo Kadar, menegaskan aksi solidaritas ini merupakan bentuk tuntutan keadilan atas kasus yang dinilai belum ditangani secara maksimal.

"Apabila tidak ada tanggapan berarti dari pihak kampus maka kami akan menggelar aksi yang lebih dan jumlah masa yang lebih banyak," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (28/4/2026). 

Sementara itu, orangtua korban, Erie, mengecam keras peristiwa tersebut. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved