Unsoed
Hujan dan Tangis Warnai Aksi Teaterikal Kekerasan Mahasiswa di Unsoed
Guyuran hujan yang turun sejak petang tak mampu membubarkan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Kampus Aman, Selasa (28/4/2026).
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Guyuran hujan yang turun sejak petang tak mampu membubarkan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Kampus Aman, Selasa (28/4/2026).
Aksi damai yang digelar menyuarakan keadilan atas dugaan penganiayaan mahasiswa berinisial D itu justru mencapai puncak emosi saat sebuah teaterikal kekerasan dipentaskan di tengah kerumunan.
Dalam adegan tersebut, peserta aksi disuguhi gambaran detik-detik korban dijemput dari sekretariat unit kegiatan mahasiswa, lalu dibawa ke area pojok kampus yang gelap di sekitar GOR Soesilo Soedarman.
Baca juga: Unsoed Buka Prodi Teknik Pertambangan, Pertama di Jawa Tengah dan Jawab Kebutuhan Insinyur Nasional
Baca juga: Dua Mahasiswi Unsoed Korban Kekerasan Seksual Lapor Polisi
Korban kemudian mengalami bullying, pemukulan, hingga ancaman kekerasan.
Tak berhenti di situ, dalam teaterikal digambarkan korban kembali dibawa ke sebuah kos-kosan, penganiayaan berlanjut dengan tindakan penyundutan api rokok hingga tetesan lilin panas.
Adegan demi adegan yang menggambarkan kekejaman itu membuat suasana aksi berubah haru.
Sejumlah peserta tampak meneteskan air mata.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas atas peristiwa penganiayaan yang dialami mahasiswa berinisial D pada 14 April lalu.
Meski hujan mengguyur, massa tetap bertahan sambil membawa berbagai poster, termasuk yang memperlihatkan luka-luka di tubuh korban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami penyekapan dan penganiayaan brutal.
Tercatat lebih dari 150 luka bakar akibat sundukan rokok ditemukan di tubuh korban.
Luka tersebut tersebar di bagian leher, punggung, bibir, lengan hingga bagian tubuh lainnya. Selain itu, wajah korban juga mengalami lebam.
Koordinator aksi, Azam Prasojo Kadar, menegaskan aksi solidaritas ini merupakan bentuk tuntutan keadilan atas kasus yang dinilai belum ditangani secara maksimal.
"Apabila tidak ada tanggapan berarti dari pihak kampus maka kami akan menggelar aksi yang lebih dan jumlah masa yang lebih banyak," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (28/4/2026).
Sementara itu, orangtua korban, Erie, mengecam keras peristiwa tersebut.
| Unsoed Buka Prodi Teknik Pertambangan, Pertama di Jawa Tengah dan Jawab Kebutuhan Insinyur Nasional |
|
|---|
| Lima Profesor Baru Dikukuhkan, Unsoed Perkuat Peran Inovasi untuk Pembangunan Berkelanjutan |
|
|---|
| UTBK–SNBT 2026 Resmi Dimulai, Unsoed Fasilitasi 18.313 Peserta |
|
|---|
| Jelang UTBK 2026, Unsoed Matangkan Kesiapan Pengawas Melalui Sosialisasi |
|
|---|
| Unsoed Gelar Registrasi Fisik SNBP 2026, 3.176 Calon Mahasiswa Ikuti Proses Verifikasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260428_AKSI-MAHASISWA-Sejumlah-massa.jpg)