Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Olah Sampah Plastik, Desa Talunombo Wonosobo Produksi BBM Solar Setara Dexlite

Di sebuah bangunan sederhana di Desa Talunombo, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, tumpukan sampah plastik terlihat menggunung.

Tayang:
Penulis: Moh Anhar | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Rabu 29 April 2026 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Di sebuah bangunan sederhana di Desa Talunombo, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, tumpukan sampah plastik terlihat menggunung.

Di dekatnya, sebuah mesin pirolisis berdiri dengan permukaan logam yang mulai menghangat, perlahan mengolah limbah menjadi bahan bakar.

Dari sisi mesin, sebuah selang terpasang mengarah ke wadah penampung. Melalui selang itu, cairan menetes perlahan hasil dari pemanasan sampah plastik yang kemudian dikumpulkan untuk diolah menjadi bahan bakar minyak.

Di tempat ini, sampah yang sebelumnya belum termanfaatkan kini diubah menjadi bahan bakar minyak (BBM) setara solar yang disebut-sebut memiliki kualitas mendekati Dexlite, salah satu varian solar non-subsidi yang beredar di pasaran.

Kepala Desa Talunombo, Badarudin, menjelaskan, inisiatif tersebut bermula dari persoalan sampah plastik yang kian mengganggu lingkungan desa.

“Awal mulanya karena adanya permasalahan sampah plastik yang mengganggu berserakan di jalan-jalan hingga ke lahan-lahan pertanian," ungkapnya ditemui Tribun Jateng, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kondisi itu mendorong pemerintah desa mencari solusi yang tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah.

Dari situlah muncul gagasan mengolah sampah menjadi BBM.

“Kami inisiatif untuk mengolah sampah menjadi BBM dan kita berkolaborasi dengan pemerintah provinsi, Brida Jateng,” lanjutnya.

Proses pengolahan diawali dengan pemilahan sampah plastik berdasarkan jenisnya. Hanya plastik tanpa kandungan aluminium foil yang dapat diolah menjadi bahan bakar minyak. Setelah itu, plastik dimasukkan ke dalam mesin pirolisis, yaitu alat yang bekerja dengan memanaskan material tanpa oksigen untuk menghasilkan bahan bakar cair.

Dalam satu kali proses, mesin tersebut memiliki kapasitas 50 kilogram sampah plastik. Dari jumlah itu, dapat dihasilkan sekitar 40 hingga 45 liter bahan bakar solar.

Proses ini memakan waktu sekitar sembilan jam dalam satu siklus produksi.

Dalam sehari, kapasitas pengolahan masih terbatas pada satu kali proses. J

ika diakumulasikan, dalam sebulan pengolahan sampah di desa ini mencapai sekitar 1,5 ton yang diubah menjadi BBM.

Tak hanya menghasilkan bahan bakar, limbah sisa dari proses pirolisis juga dimanfaatkan lebih lanjut, yakni material residu diolah menjadi briket. Sementara sampah organik diolah menjadi pupuk organik.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved