Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Berkontribusi Kurangi Pengangguran, Kawasan Industri Batang Serap 18.390 Tenaga Kerja

Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) telah memberikan dampak positif terhadap pengurangan angka pengangguran di Provinsi Jawa Tengah

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, menyampaikan paparan dalam Kunjungan Kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas RI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industroplis Batang, Selasa, 28 April 2026. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) telah memberikan dampak positif terhadap pengurangan angka pengangguran di Provinsi Jawa Tengah.

Sebab, hingga kini telah menyerap sebanyak 18.390 orang tenaga kerja. 

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, saat menyampaikan paparan dalam Kunjungan Kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas RI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industroplis Batang, pada Selasa, 28 April 2026. 

Taj mengatakan, pertumbuhan ekonomi di kawasan industri ini terus meningkat.

Sehingga mampu menjadi penopang perekonomian warga setempat. 

Menurut dia, pembangunan KITB dirancang untuk berbagai sektor.

Salah satunya adalah untuk kawasan pariwisata.

Hal itu sejalan dengan tema Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah 2027, yaitu tentang pariwisata plus ekonomi syariah. 

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy menyampaikan, keberadaan KITB, layak menjadi kawasan percontohan.

Ada beberapa keunggulan di Batang yang dia nilai tidak kalah dengan kawasan lain di skala internasional. 

Menurut dia, tidak berlebihan jika Presiden Prabowo Subiyanto menargetkan KEK Industropolis Batang akan menjadi Shenzhen -nya Indonesia.

Diketahui, Shenzhen adalah sebuah kota metropolitan dan zona ekonomi khusus di Provinsi Guangdong, Tiongkok. 

Apalagi, industri yang dikembangkan di kawasan tersebut bukan sekadar padat karya, tetapi juga mengembangkan data center. 

Direktur Utama Indrustropolis Batang, Anak Agung Putu Ngurah Wirawan mengatakan, saat ini jenis industri yang dikembangkan meliputi padat karya 47 persen dan padat teknologi 53 persen. 

Saat ini terdapat sebanyak 93 tenant, dengan total investasi Rp23 triliun. Adapun total luas lahan tersewa sebesar 442,2 hektar. 

Pada kawasan ini akan dikembangkan juga two countries twin parks seluas 500 hektare, data center 28 hektare, sunpark village, golf couyrse dan horse race arena seluas 200 hektare.

Selain itu ada juga hotel, cinema, dryport, sport center, shophouse, rusunawa 20.000 unit, serta commercial compound. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved