Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BRI Fellowship Journalism

BRI Cetak Laba Bersih Rp 15,5 Triliun Triwulan I 2026

Di tengah meningkatnya risiko global akibat eskalasi konflik geopolitik yang turut mendorong ketidakpastian ekonomi dunia.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Dokumentasi BRI
PRESS CONFERENCE - Jajaran managemen BRI memberikan press conference terksit kinerja BRI triwulan I 2026, Kamis (30/4/2026).  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah meningkatnya risiko global akibat eskalasi konflik geopolitik yang turut mendorong ketidakpastian ekonomi dunia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil mencetak laba bersih Rp 15,5 triliun pada triwulan I 2026. Angka tersebut tumbuh 13,7 persen secara year-on-year (yoy).

Hal tersebut didukung fundamental bisnis yang kuat didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset yang terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menyampaikan, sepanjang Triwulan I 2026, kondisi ekonomi global masih diwarnai oleh peningkatan risiko geopolitik yang signifikan. Meski demikian, perekonomian Indonesia tetap resilien dengan dukungan yang semakin luas dari sisi demand, supply, dan fiskal sehingga memberikan buffer terhadap ketidakpastian global dan menjaga momentum pertumbuhan. 

Kondisi ini juga tercermin pada industri perbankan nasional yang tetap berada dalam kondisi stabil, dengan intermediasi yang kuat, likuiditas yang memadai, serta risiko yang terkendali, dan memberikan ruang bagi perbankan untuk tetap melakukan ekspansi secara prudent.

Menurutnya, BRI tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan yang solid, seiring konsistensi transformasi yang dijalankan. Hal ini tercermin pada kinerja keuangan konsolidasi hingga akhir Triwulan I 2026 yang tetap menunjukkan tren positif.

"Kinerja solid perseroan tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang konsisten di berbagai lini," ujarnya, Kamis (30/4/2026). 

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.555 triliun atau tumbuh 9,4 % yoy, dengan kontribusi dana murah (CASA) yang semakin solid. CASA meningkat dari Rp934,9 triliun pada Triwulan I 2025 menjadi Rp1.058,6 triliun atau tumbuh 13,2 % yoy. 

Di sisi lain, penyaluran kredit dan pembiayaan menunjukkan ekspansi yang sehat. Hingga akhir Triwulan I 2026, total kredit dan pembiayaan meningkat 13,7 % yoy menjadi Rp1.562 triliun.

Adapun, segmen UMKM tetap menjadi pilar utama, dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun.

Sementara itu, total aset BRI tercatat tumbuh 7,2 % secara yoy menjadi Rp 2.250 triliun.

Dari sisi operasional, kinerja BRI juga terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari Pre-Provision Operating Profit (PPOP) yang tumbuh 7,7 % yoy menjadi Rp32,2 triliun.

"Ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan efisiensi," ujarnya. 

Menurut dia, perbaikan tersebut turut didukung oleh kualitas aset yang semakin terkendali. Loan at Risk (LAR) menurun dari 11,1 % pada Triwulan I 2025 menjadi 9,7 % pada Triwulan I 2026. Di saat yang sama, strategi penguatan CASA turut mendorong efisiensi biaya dana, tercermin dari penurunan cost of fund (CoF) dari 3 % menjadi 2,3 % .

Capaian positif di berbagai aspek tersebut pada akhirnya mendorong peningkatan profitabilitas. Return on Assets (ROA) meningkat menjadi 2,8 % , sementara Return on Equity (ROE) naik dari 17,1 % pada Triwulan I 2025 menjadi 18,4 % pada Triwulan I 2026. 

"Ke depan, BRI akan terus memperkuat komitmennya sebagai bank yang berfokus pada DNA ekonomi kerakyatan, dengan UMKM sebagai pusat pertumbuhan," tuturnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved