Berita Kriminal
Tiga Motor Hilang Usai Nonton Konser Dangdut di Todanan Blora
Pencurian sepeda motor terjadi saat acara hiburan musik dangdut dalam rangka sedekah bumi di Dukuh Kopen, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BLORA — Pencurian sepeda motor terjadi saat acara hiburan musik dangdut dalam rangka sedekah bumi di Dukuh Kopen, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Kamis (30/4/2026) malam.
Meski sempat beredar kabar kehilangan hingga delapan unit motor, pihak kepolisian menyebut informasi tersebut tidak benar.
Kapolsek Todanan, Iptu Suhari, menjelaskan bahwa jumlah korban yang datang ke Polsek hanya tiga orang.
Namun, dari tiga orang tersebut, hanya satu yang melapor secara resmi.
"Yang datang ke Polsek tiga orang, tapi yang melapor resmi hanya satu. Dua lainnya tidak melanjutkan laporan karena tidak memiliki surat-surat kendaraan," jelasnya, saat dikonfirmasi Tribunjateng.com, Sabtu (2/5/2026).
Motor yang dilaporkan hilang terdiri dari satu unit Honda CRF, sementara dua lainnya yang tidak dilaporkan secara resmi adalah Honda Beat dan Honda Scoopy.
Dua korban yang tidak memiliki surat kendaraan merupakan warga Pucakwangi, Pati, sementara satu pelapor resmi (pemilik Honda CRF) adalah warga Desa Kembang, Kecamatan Todanan.
Baca juga: DP3AP2KB Batang Tangani 65 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak 2025, Didominasi Kekerasan Seksual
Peristiwa tersebut diketahui setelah acara selesai sekitar pukul 22.00 WIB. Saat para penonton hendak pulang, mereka mendapati kendaraan sudah tidak berada di tempat parkir.
Acara dangdut yang digelar sejak pukul 19.00 WIB itu dihadiri cukup banyak penonton.
Meski pengamanan telah dilakukan oleh gabungan personel dari Polsek, Koramil, dan Satpol PP, kondisi parkir yang tidak tertata diduga memberi celah bagi pelaku untuk beraksi.
"Pengamanan sebenarnya sudah maksimal di sekitar panggung untuk mengantisipasi keributan antar penonton. Dari Polsek aja ada 20, Koramil ada 10, ada Satpol PP."
"Namun parkir tidak tertata karena panitia tidak menyediakan kantong parkir yang memadai. Kami sebelumnya sudah memberi saran agar disediakan kantong parkir meskipun berbayar. Tapi panitia bandel," jelasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Iptu Suhari mengatakan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi guna mengidentifikasi pelaku.
"Saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami masih mengumpulkan bahan keterangan dan mengecek CCTV di jalur sekitar lokasi, yang bisa jadi pelaku keluar lewat jalur- jalur itu," jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Bambang, mengatakan ada delapan motor hilang saat konser dangdut di Dukuh Kopen, Desa Ngumbul.
"Motor yang hilang ada 8, motornya orang yang pada nonton dangdut. Itu saat acara sedekah bumi Dukuh Kopen, Desa Ngumbul, Kecamatan todanan," jelasnya. (Iqs)
| Detik-detik Perampokan Sadis Terekam CCTV, Wanita 60 Tahun Tewas Dihabisi Pelaku |
|
|---|
| Anak Anggota Dewan Jadi Tersangka Penyebaran Konten Asusila Tapi Tak Ditahan, Korban Ngaku Ditekan |
|
|---|
| Cerita Pilu Dua Pelajar Nekat Curi Ayam Hanya Agar Tetap Bisa Sekolah |
|
|---|
| Viral Pelaku Penipuan Online Dilepas Usai Bayar Rp600 Juta ke Polisi |
|
|---|
| Polresta Pati Ringkus Pelaku Pengeroyokan Perangkat Desa di Dukuhseti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260502_olah-tkp.jpg)