KA Argo Bromo Vs Avanza di Grobogan
Polda Jateng Pakai 3D Scanner untuk Rekonstruksi KA Argo Bromo Vs Avanza di Grobogan
Tim Traffic Accident Analysis Polda Jateng melakukan olah TKP terkait kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan mobil di perlintasan sebidang.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jawa Tengah) melalui tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh terkait kecelakaan tragis antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan sebuah mobil di perlintasan sebidang Desa Sidorejo, Pulokulon, Kabupaten Grobogan.
Pemeriksaan dilakukan pada Sabtu (2/5/2026), sehari setelah peristiwa nahas yang terjadi pada Jumat (1/5/2026) dini hari.
Olah TKP itu dinilai menjadi bagian dalam mengungkap secara pasti kronologi kecelakaan yang merenggut lima nyawa dalam satu keluarga tersebut.
Baca juga: Keluarga Korban Meninggal maupun Luka-luka Laka Kereta Stasiun Bekasi Timur Dapat Pendampingan
Pada Minggu (3/5/2026), kepolisian menegaskan bahwa proses analisis dilakukan secara profesional dengan dukungan teknologi modern.
Saat pemeriksaan, petugas mengenakan rompi kuning khas lalu lintas menyebar di sepanjang jalur rel untuk melakukan identifikasi.
Perlintasan tersebut merupakan jalur sebidang tanpa penjagaan, dengan konstruksi beton di tengah rel untuk kendaraan dapat melintas.
Area sekitar berupa persawahan terbuka dengan beberapa rumah warga dan pos jaga sederhana di dekat lintasan.
Sejumlah petugas tampak mendokumentasikan titik-titik penting menggunakan kamera, sementara lainnya memberikan tanda berupa marka putih di permukaan beton untuk menandai posisi benturan maupun titik akhir kendaraan.
Di sisi lain, sebagian petugas berkumpul di dekat pos jaga guna melakukan koordinasi lapangan, memastikan proses olah TKP berjalan aman di tengah aktivitas jalur ganda kereta api.
Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra, menjelaskan bahwa dalam olah TKP tersebut, pihaknya menggunakan teknologi pemindaian modern guna memperoleh gambaran utuh kejadian.
“Melalui teknologi TAA 3D Scanner, kami dapat merekonstruksi secara detail posisi kendaraan, titik benturan, serta kondisi di lokasi kejadian.
Hal itu membantu penyidik dalam menganalisis penyebab kecelakaan secara lebih presisi dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” jelas dia, Minggu.
Kecelakaan itu melibatkan satu mobil Toyota Avanza yang mengangkut sembilan orang penumpang, terdiri dari tujuh orang dewasa dan dua anak-anak.
Kendaraan tersebut diduga melintas di perlintasan tanpa palang pintu saat kereta api melaju dari arah barat.
Akibat kejadian tersebut, lima orang dinyatakan meninggal dunia, yakni MS (51), D (51), ND (10), SB (2), yang meninggal di lokasi, serta IS (27) yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara empat korban lainnya mengalami luka-luka, yaitu K (50), D (46), J (77), dan VD (10).
| "Menangis pun Tak Bisa", Ini Fakta Lengkap Argo Bromo Tabrak Avanza di Grobogan 4 Tewas 5 Luka |
|
|---|
| "Sering Ingin Menangis" Firasat Cucu Jemaah Haji Sebelum Mobil Rombongan Dihantam Kereta di Grobogan |
|
|---|
| Kesaksian Dara, Ungkap Detik-detik Kecelakaan Rombongan Pengantar Haji Ditabrak Kereta di Grobogan |
|
|---|
| Perlintasan KA di Pulokulon Grobogan Bakal Dijaga Warga Sehari 24 Jam |
|
|---|
| Olah TKP Avanza Tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan: Kabut, Jarak Pandang 10 Meter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260503_TAA-Polda-Jateng-olah-TKP-kecelakaan_1.jpg)