Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kiai di Pati Cabuli Santri

Curhat Pilu Suami Lihat Bibir Istri Dicium Kiai Mesum di Pati, Tak Berdaya Karena Doktrin 'Wali'

Kisah pilu Shofi, pengikut Kiai Ashari pemimpin Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, mencabuli santriwati bahkan istri pengikut yang dicium bibirnya.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Mazka Hauzan Naufal
DEMO KIAI CABUL - Aksi unjuk rasa Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) di depan kediaman dan pondok putri milik Ashari, sosok pengasuh pondok pesantren yang terjerat kasus pencabulan terhadap sejumlah santriwati, Sabtu siang (2/5/2026). Massa menuntut predator seksual anak dihukum seberat-beratnya 

Ringkasan Berita:
  • Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Ashari, resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah ribuan massa menggeruduk kediamannya terkait dugaan pencabulan dan doktrin menyimpang.
  • Seorang mantan pengikut mengungkap tersangka mengeksploitasi tenaga dan harta jemaah selama belasan tahun serta melakukan pelecehan seksual terhadap santriwati maupun istri.
  • Atas kasus yang mencoreng dunia pendidikan agama ini, Pemerintah Kabupaten Pati mendesak pemerintah pusat untuk mencabut izin operasional pondok pesantren.

 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Kasus dugaan pencabulan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, memasuki babak kelam.

Seorang mantan pengikut membongkar doktrin menyimpang tersangka Ashari yang membuat para suami tak berdaya meski melihat istri mereka dilecehkan dengan cara dicium bibirnya di depan umum.

Para suami itu pun tak bisa berbuat banyak, karena telah menerima Ashari sebagai "Khariqul 'Adah" atau memiliki kemampuan di luar akal manusia.

Baca juga: Nasib Ponpes Ndholo Kusumo Pati Setelah Kiai Jadi Tersangka, Izin Dicabut Permanen

Pihak kepolisian mengonfirmasi oknum kiai bernama Ashari tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, pada Sabtu siang (2/5/2026), kediaman Ashari yang satu kompleks dengan pondok putri digeruduk massa yang murka.

Ribuan orang berunjuk rasa dikomandoi oleh Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi). Mereka menuntut agar Ashari diadili dan dihukum seberat-beratnya jika terbukti bersalah.

Warga setempat dan juga "mantan korban" dari sang kiai cabul tersebut juga memberikan kesaksian di tengah aksi unjuk rasa.

Salah satunya seorang pria bernama Shofi.

Dia mengaku sudah mengabdi kepada Ashari selama 11 tahun sampai akhirnya dia sadar dan melepaskan diri dari jerat Ashari pada 2018.

Shofi memberikan kesaksian mengenai praktik eksploitasi dan doktrin menyimpang yang digunakan tersangka untuk menguasai para pengikutnya.

Kepada wartawan, Shofi mengungkapkan dirinya bukan hanya saksi, melainkan juga korban pemerasan secara finansial. 

Selama lebih dari satu dekade, ia dipaksa "sambatan" alias bekerja tanpa upah. Tenaganya dieksploitasi untuk mendirikan bangunan-bangunan mulai dari musala hingga pondok, tanpa kompensasi upah.

Bahkan, dia malah diperintah untuk berbohong kepada orang tuanya sendiri demi mengalirkan uang kiriman kepada tersangka.

"Sebelas tahun saya jadi budak. Pondok ini dibangun dari uang budak-budak si iblis Ashari. Tahun 2008 saya disuruh berbohong sama orang tua saya kalau saya mondok di Jepara, supaya uang kiriman dari orang tua saya itu bisa masuk ke sini," kata Shofi di lokasi aksi unjuk rasa, Sabtu (2/5/2026).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved