Berita Kabupaten Semarang
Akses Warga 2 Dusun di Sepakung Semarang Tertutup Longsor
Akses warga di dua dusun Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang terganggu akibat tertutup material longsor.
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Akses warga di dua dusun Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang terganggu akibat tertutup material longsor.
Longsor menerjang permukiman mereka pada Minggu (3/5/2026) malam seusai hujan deras di wilayah tersebut.
Kini, Senin (4/5/2026), warga, baik di Dusun Srandil maupun Dusun Bungkah bergotong royong membersihkan sisa material longsor yang menutup jalan permukiman.
Baca juga: Jalan Alternatif Semarang-Boyolali Putus Akibat Longsor, Warga Harus Memutar 1,5 Kilometer
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Semarang mengakibatkan bencana tanah longsor di Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru.
Meski tidak ada korban jiwa, material longsor setinggi puluhan meter sempat menutup akses jalan desa dan mengganggu aktivitas warga.
Kepala Desa Sepakung, Ahmad Nuri mengungkapkan, cuaca ekstrem melanda wilayahnya dalam sepekan terakhir.
Hujan dengan durasi lama terjadi hampir setiap hari mulai siang hingga dini hari.
"Durasi hujan memang sangat lama dan deras, hampir tidak ada jeda."
"Ini pemicu utama longsor di Dusun Srandil dan Bungkah pada Minggu (3/5/2026)," ujar Ahmad Nuri seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (4/5/2026).
Dusun Srandil dinilai memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi karena posisi rumah warga yang sangat mepet dengan tebing setinggi 20 hingga 30 meter.
Menurut Ahmad Nuri, ancaman longsor di wilayah ini sudah menjadi langganan tahunan, bahkan pada tahun-tahun sebelumnya bisa terjadi hingga lima kali dalam semusim.
• Menteri PPPA Desak Polisi Tahan Ashari Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Pati
Pihak desa sudah menjalin komunikasi dengan DPU dan BPBD Kabupaten Semarang untuk penanganan permanen, namun hingga saat ini realisasi bantuan tersebut belum kunjung tiba.
"Untuk korban tidak ada, tapi bahaya longsor masih mengintai. Kami pernah berkomunikasi dengan DPU dan BPBD, namun belum terealisasi," tambahnya.
Lantaran lokasi jalan yang sempit, alat berat tidak dapat dikerahkan ke lokasi kejadian.
Hal ini memaksa warga dari kedua dusun menghentikan aktivitas pekerjaan mereka sementara waktu demi melakukan kerja bakti massal secara manual.
| DPRD Soroti Pembangunan Pabrik Garmen di Susukan Semarang: Izin Belum Lengkap |
|
|---|
| DPRD Dorong Pemkab Semarang Perkuat Digitalisasi dan Pengawasan demi Tingkatkan PAD |
|
|---|
| Update Terbaru Gempa di Kabupaten Semarang, Koordinat di Kendal, BPBD Imbau Warga Tidak Panik |
|
|---|
| CFD Perdana di Alun-alun Bung Karno Ungaran, Warga Jogging Hingga Serbu Lapak UMKM |
|
|---|
| Jumat Perdana WFH di Pemkab Semarang, Pegawai Dinkes dan BPBD Tetap Full Ngantor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260504-_-Longsor-Sepakung-Semarang.jpg)