Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pendidikan

Respons Udinus Menyikapi Wacana MBG Masuk Kampus

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang turut merespon wacana Makan Bergizi Gratis (MBG) di kampus.

Tayang:
kompas
ILUSTRASI MAKAN SIANG - Program makan bergizi gratis (MBG) sudah dimulai pada Senin (6/1/2025). Pemerintah sebelumnya sudah melakukan uji coba pada program yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut. (KOMPAS.COM) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang turut merespon wacana Makan Bergizi Gratis (MBG) di kampus yang belakangan ini ramai menuai pro dan kontra.

Seperti diketahui, Universitas Hasanuddin Makassar pada Selasa (28/4/2026) secara resmi mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekaligus menjadi pionir di tanah air. 

Pendirian SPPG disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto bersama Kepala BGN Dadan Hindayana.

Baca juga: Elevasi Ekstrem dan Truk Bertonase Besar Jadi Ancaman di Silayur, Ini Langkah Pemkot Semarang

Baca juga: Kisah Korban Kiai Cabul di Pati, Baru Berani Lapor Setelah Lulus Dari Pondok Pesantren

Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan kampus dapat mempertimbangkan untuk memiliki minimal satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Hal ini dikatakan untuk membantu peningkatan gizi nasional.

Rektor Udinus, Pulung Pulung Nurtantio Andono, secara prinsip pihaknya mendukung kebijakan pemerintah.

"Pada dasarnya kami Udinus mendukung program pemerintah," kata Pulung saat dikonfirmasi tribunjateng.com, Kamis (6/5/2026).

Bahkan menurut dia, Melalui keahlian di bidang teknologi informasi dan komunikasi, Udinus turut berperan dalam mensukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kontribusi ini melibatkan ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Udinus untuk menekan angka sampah pangan atau food waste yang menjadi perhatian utama, terutama di lingkungan sekolah dasar.

Langkah tersebut merupakan kolaborasi antara civitas academica Udinus dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kerja sama ini bertujuan mengubah perilaku siswa di Kota Semarang agar menghabiskan paket makanan melalui pendekatan media audiovisual yang kreatif.

Sebanyak 230 mahasiswa dilibatkan dalam kampanye bertema “Stop Boros Pangan”.

Mereka ditantang menerjemahkan substansi gizi yang kompleks menjadi konten yang mudah dicerna oleh anak-anak.

"Belum lama ini, Udinus melalui Fakultas Ilmu Komputer (FIK) juga menerjunkan mahasiswanya dalam kampanye kampanye “Stop Boros Pangan” yang bekerja sama langsung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Gizi Nasional (BGN)," kata dia.

"Dari program itu, bertujuan mengubah perilaku siswa di Kota Semarang agar menghabiskan paket makanan melalui pendekatan media audiovisual yang kreatif. Ini menjadi langkah nyata dari Udinus ikut terlibat dalam memberikan dampak positif dalam penyelenggaran program pemerintah," imbuhnya.

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved