Semarang
Rumah di Manyaran Semarang Longsor, Dapur dan Kamar Tidur Ambrol
Sebuah rumah di Jalan Borobudur XIV Gang IV, Kelurahan Manyaran, mengalami longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebuah rumah di Jalan Borobudur XIV Gang IV, Kelurahan Manyaran, mengalami longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Pantauan Tribun Jateng di lokasi, Minggu (10/5/2026), tampak separuh rumah mengalami kerusakan. Warga tampak gotong-royong merobohkan bagian terdampak tersebut yang diketahui berdiri di atas jalan setapak.
Pemilik rumah, Haris (41) mengatakan, bagian rumah yang terdampak meliputi dapur dan kamar tidur yang ambrol ke area jalan tersebut.
Haris mengatakan, peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 19.00 hingga 19.30 WIB, Sabtu (9/5) malam. Sebelum longsor besar terjadi, sempat muncul longsoran kecil.
"Dua kali longsornya. Sana roboh pertama yang roboh sana itu. Terus barangnya tak keluarin ke sini semua. (Longsornya) dalam jangka waktu sekitar 20 menit," kata Haris ditemui Tribun Jateng di lokasi, Minggu (10/5).
Menurutnya, hujan deras yang turun sejak sore diduga menjadi pemicu longsor. Saat kejadian, dirinya bersama istri dan dua anak sedang berada di bagian rumah lain sehingga selamat dari insiden tersebut.
"Beruntung wnggak ada orang. Biasanya ya masak sama njagong 'duduk' di situ," katanya.
Setelah longsoran pertama terjadi, Haris segera mengeluarkan barang-barang dari area yang rawan. Namun longsor susulan membuat sebagian bangunan runtuh dan jatuh ke bawah.
Ia mengaku wilayah tersebut sebenarnya pernah mengalami longsor sekitar tiga tahun lalu, sebelum rumah tersebut dibangun.
"Dulu pernah longsor juga sebelum rumah ini jadi. Setelah itu dibuat pondasi cakar ayam, tapi ternyata tidak kuat menggantung," jelasnya.
Rumah yang kini berusia sekitar tujuh hingga delapan tahun itu untuk sementara masih ditempati keluarga Haris di bagian bangunan yang dianggap aman.
Menurut Haris, pihak kelurahan telah menawarkan tempat pengungsian. Namun keluarga memilih tetap bertahan di rumah.
"Sudah ditawari Bu Lurah untuk mengungsi, tapi istri saya tidak mau karena merasa lebih nyaman di rumah sendiri," ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, Haris memperkirakan kerugian material mencapai sekitar Rp10 juta hingga Rp20 juta.
Ia berharap ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban keluarganya pasca musibah longsor tersebut.
| Warga Was-was Talud Sungai Cilandak Semarang Ambles Sedalam 2 Meter |
|
|---|
| Warga Semarang Kini Bisa Akses 20 Layanan Publik Lewat Satu Aplikasi |
|
|---|
| Dulu Sebrangi Sungai, Kini Warga Siwal Semarang Nikmati Akses Jembatan Garuda |
|
|---|
| Tanggul Sungai Hingga Jalan Kampung di Kalibanteng Kulon Amblas, Warga Duga Ulah Ikan Sapu-sapu |
|
|---|
| Nasib Pilu Nanda, Tak Lama Setelah Anak Meninggal Kecelakaan, Rumahnya di Semarang Longsor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/RUMAH-LONGSOR-Sebuah-rumah-di-Jalan-Borobudur.jpg)