Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Pembangunan Bendungan Cabean Blora Dipastikan Molor, Ini Penyebabnya

Proyek pembangunan Bendungan Cabean di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora dipastikan tidak selesai sesuai waktu yang ditargetkan.

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/M Iqbal Shukri
BENDUNGAN CABEAN - Potret pelaksanaan pembangunan Bendungan Cabean di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Proyek tersebut dipastikan molor dari target karena berbagai alasan. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Proyek pembangunan Bendungan Cabean di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora dipastikan tidak selesai sesuai waktu yang ditargetkan.

Keterbatasan anggaran dan persoalan pembebasan lahan diklaim menjadi kendala utama yang membuat proyek tersebut bakal molor.

Proyek Bendungan Cabean dikerjakan melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) antara PT Brantas Abipraya dan PT Marfrijaya Abadi, dengan nilai kontrak yang cukup besar yakni Rp499 miliar.

Baca juga: Alih Fungsi Kawasan Pertanian di Blora Capai 91,31 Hektare, Terbanyak untuk Perumahan

Dengan anggaran yang signifikan tersebut, bendungan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk pengairan lahan pertanian serta pengendalian banjir di wilayah sekitar, sehingga percepatan pembangunan menjadi agenda yang sangat mendesak.

Proyek itu di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Cabean, Nuryanto Sasmito Slamet mengatakan, kontrak pembangunan dimulai sejak Desember 2023 dan ditargetkan selesai 2026. 

Namun hingga mendekati waktu akhir kontrak, progres pembangunan Bendungan Cabean baru mencapai 22,2 persen.

"Per hari ini progresnya 22,2 persen," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (11/5/2026).

Lebih lanjut, Nuryanto menyebut, ada beberapa kendala yang menjadi faktor penyebab proyek Bendungan Cabean tidak selesai tepat waktu.

Salah satu di antaranya karena keterbatasan anggaran.

Pihaknya menyampaikan, alokasi anggaran proyek tiap tahun mengalami fluktuasi, bahkan beberapa kali terkena pemotongan. 

Pada 2023, anggaran yang digelontorkan sebesar Rp10 miliar. Kemudian pada 2024 Rp61,2 miliar, pada 2025 Rp73,2 miliar, dan 2026 hanya Rp22,5 miliar.

Menurutnya, pemotongan anggaran karena efisiensi, cukup berdampak terhadap progres pembangunan. 

"Karena kami sebenarnya sudah dua kali mengalami pemotongan anggaran, pada 2025 anggaran awal yang direncanakan mencapai Rp150 miliar, terus dipotong cuma dapat Rp73 miliar."

"Sementara pada 2026 juga sama, yang semula direncanakan dapat Rp37,5 miliar, terus dipotong Rp15 miliar, sehingga hanya dapat Rp22,5 miliar," jelasnya.

BREAKING NEWS, AJ Pengasuh Ponpes Tahunan Jepara Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved