Berita Blora
Pembangunan Bendungan Cabean Blora Dipastikan Molor, Ini Penyebabnya
Proyek pembangunan Bendungan Cabean di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora dipastikan tidak selesai sesuai waktu yang ditargetkan.
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Proyek pembangunan Bendungan Cabean di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora dipastikan tidak selesai sesuai waktu yang ditargetkan.
Keterbatasan anggaran dan persoalan pembebasan lahan diklaim menjadi kendala utama yang membuat proyek tersebut bakal molor.
Proyek Bendungan Cabean dikerjakan melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) antara PT Brantas Abipraya dan PT Marfrijaya Abadi, dengan nilai kontrak yang cukup besar yakni Rp499 miliar.
Baca juga: Alih Fungsi Kawasan Pertanian di Blora Capai 91,31 Hektare, Terbanyak untuk Perumahan
Dengan anggaran yang signifikan tersebut, bendungan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk pengairan lahan pertanian serta pengendalian banjir di wilayah sekitar, sehingga percepatan pembangunan menjadi agenda yang sangat mendesak.
Proyek itu di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Cabean, Nuryanto Sasmito Slamet mengatakan, kontrak pembangunan dimulai sejak Desember 2023 dan ditargetkan selesai 2026.
Namun hingga mendekati waktu akhir kontrak, progres pembangunan Bendungan Cabean baru mencapai 22,2 persen.
"Per hari ini progresnya 22,2 persen," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (11/5/2026).
Lebih lanjut, Nuryanto menyebut, ada beberapa kendala yang menjadi faktor penyebab proyek Bendungan Cabean tidak selesai tepat waktu.
Salah satu di antaranya karena keterbatasan anggaran.
Pihaknya menyampaikan, alokasi anggaran proyek tiap tahun mengalami fluktuasi, bahkan beberapa kali terkena pemotongan.
Pada 2023, anggaran yang digelontorkan sebesar Rp10 miliar. Kemudian pada 2024 Rp61,2 miliar, pada 2025 Rp73,2 miliar, dan 2026 hanya Rp22,5 miliar.
Menurutnya, pemotongan anggaran karena efisiensi, cukup berdampak terhadap progres pembangunan.
"Karena kami sebenarnya sudah dua kali mengalami pemotongan anggaran, pada 2025 anggaran awal yang direncanakan mencapai Rp150 miliar, terus dipotong cuma dapat Rp73 miliar."
"Sementara pada 2026 juga sama, yang semula direncanakan dapat Rp37,5 miliar, terus dipotong Rp15 miliar, sehingga hanya dapat Rp22,5 miliar," jelasnya.
• BREAKING NEWS, AJ Pengasuh Ponpes Tahunan Jepara Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual
| 415 Jabatan Perangkat Desa di Blora Masih Kosong, Dinas PMD : Pengisian Kewenangan Masing-masing |
|
|---|
| Jamaah Haji Asal Blora yang Meninggal di Medan, Dipastikan Dapat Badal Haji dan Asuransi |
|
|---|
| Kabar Duka, Jamaah Haji Asal Blora Meninggal, Sempat Alami Sesak Napas di Bandara KNO Medan |
|
|---|
| Polisi Ringkus Terduga Pengeroyokan di Cepu Blora, 2 Masih Buron, Barang Bukti Celurit Ikut Disita |
|
|---|
| Terkendala Anggaran, 19 Perlintasan Kereta di Blora Belum Ada Palang Pintu, 1 Titik Butuh 200 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260511-_-Bendungan-Cabean-Blora.jpg)