Berita Jawa Tengah
Sosok Avan Pemuda Tegal Jadi Sorotan Dunia Hacker Internasional, Dulu Pernah Jadi Korban
Avan pemuda 25 tahun dari Kabupaten Tegal berhasil mengharumkan nama Indonesia di panggung keamanan cyber (siber) internasional.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: deni setiawan
"Karena sejatinya, celah terbesar dalam keamanan bukan selalu sistem tapi manusia,” terangnya.
Dikatakan Avan, sekira 5.000 peserta hadir setiap tahunnya dalam konferensi DEF CON untuk berbagi riset, teknik eksploitasi, hingga inovasi terbaru.
Adapun DEF CON resmi melebarkan sayap ke kawasan regional melalui DEF CON Singapura, bekerja sama dengan Home Team Science and Technology Agency dan Centre for Strategic Infocomm Technologies.
Bagi Avan, keikutsertaannya bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan pintu untuk membawa nama Indonesia lebih dikenal di kancah global.
“Mimpi saya ingin membawa lebih banyak kontribusi dari Indonesia ke panggung dunia."
"Mengembangkan riset yang lebih berdampak, serta meningkatkan awareness (kesadaran) terhadap ancaman keamanan siber khususnya social engineering,” ujar Avan.
• Dukun Cabul Sukolilo Pati Pakai Ritual Threesome Setubuhi Korban, Modus Biar Dapat Momongan
Awal Mula Tertarik Dunia Siber
Avan bercerita, awal mula dirinya mulai tertarik dunia siber dan kemudian mempelajari secara serius tepatnya pada 2017 atau saat masih duduk di bangku SMK.
Kemudian Avan mulai menggeluti secara profesional bahkan bekerja di dunia siber saat masih kuliah semester lima.
Avan merupakan lulusan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) jurusan Informatika dan kini berkarir sebagai praktisi keamanan siber di Punggawa Cybersecurity.
"Awalnya dulu saya suka bermain game Clash of Clans (CoC) dan suatu saat kena phishing atau penipuan siber sampai akun saya tidak bisa digunakan."
"Kemudian saya cari informasi mengenai phishing. Dari situ mulai tertarik belajar malah keterusan mempelajari Cybersecurity dan lainnya," cerita Avan.
Avan belajar secara otodidak dan aktif bergabung dengan komunitas di Tegal yang menggeluti atau menyukai dunia siber bernama Tegal Security.
Selain bekerja, beberapa tahun terakhir Avan juga aktif mengisi workshop di pemerintahan ataupun instansi lainnya.
"Sulit atau tidak belajar siber, sebetulnya bergantung masing-masing individu. Ketika memang merasa jiwanya, suka dan hobi, mudah-mudah saja tidak sulit."
"Kalau saya merasa kesulitan itu malah menjadi tantangan tersendiri. Apalagi ketika kesulitan tersebut akhirnya bisa teratasi atau dipecahkan, itu rasanya adrenalin meningkat dan jadi Dopamin," kata Avan. (*)
Baca juga: BREAKING NEWS, Penahanan Ashari Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng
| LPSK Kawal Korban Kekerasan Seksual Kiai Abi Jamroh di Jepara, Kantongi Dua Layanan |
|
|---|
| BREAKING NEWS, Abi Jamroh Mundur dari Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng |
|
|---|
| BREAKING NEWS, Penahanan Ashari Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng |
|
|---|
| Hujan Angin di Delanggu Klaten: Pohon Tumbang, Atap Rumah Warga Rusak |
|
|---|
| Jembatan Bailey 90 Meter Dipasang di Brebes, Pembangunan Sekolah Rakyat Kini Lebih Lancar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260515-_-Danang-Avan-Maulana-Hacker-Asal-Tegal.jpg)