Tribunjateng Hari ini
Riza Pernah Ditendang Sapi saat Lakukan Pemeriksaan Kebuntingan
Profesi dokter hewan pemeriksa sapi bunting sudah melekat pada diri drh Keki Riza Murty.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
Namun, pekerjaan tersebut tetap memiliki risiko tinggi.
Dalam melakukan pemeriksaan, ia selalu memastikan ada petugas lain yang membantu memegang sapi agar pemeriksaan berjalan aman.
“Yang penting saat pemeriksaan ada yang membantu memegang sapinya. Kalau sapinya galak ya tetap harus dibantu. Biasanya pakai tali dadung diikat dulu,” jelas Riza.
Selama bertahun-tahun menjalani profesi itu, Riza juga pernah mengalami pengalaman buruk.
Ia pernah terkena tendangan sapi saat melakukan pemeriksaan hingga harus menjalani rontgen.
“Saya pernah ketendang sapi saat pemeriksaan, sampai rontgen juga pernah. Tapi alhamdulillah tidak apa-apa. Namanya risiko pekerjaan, kita harus menjaga keselamatan diri sendiri,” tutur Riza.
Setiap pasaran
Rutinitasnya tak pernah jauh dari pasar hewan.
Setiap hari pasaran, ia rutin melakukan pemeriksaan kebuntingan sapi di berbagai lokasi.
Dalam sistem pasaran Jawa yang berlangsung setiap lima hari sekali, Riza bisa melakukan pemeriksaan hingga enam kali dalam sebulan.
Dari tangannya, banyak peternak mengetahui kondisi ternak mereka, terutama usia kebuntingan sapi yang sudah memasuki tiga bulan.
Pemeriksaan itu menjadi penting karena menentukan langkah perawatan hingga persiapan kelahiran.
Metode palpasi rektal sendiri dikenal sebagai teknik paling umum, murah, dan cukup akurat untuk mendeteksi kebuntingan pada ternak besar seperti sapi.
Meski terlihat sederhana, pemeriksaan tersebut membutuhkan keahlian, pengalaman, dan keberanian.
Di balik profesi yang jarang dilirik itu, Riza menunjukkan dunia peternakan tidak hanya diisi kaum pria.
Ketelatenan, keberanian, dan kecintaannya pada hewan membuatnya mampu bertahan selama belasan tahun di pekerjaan yang penuh risiko tersebut.
Baginya, setiap sapi yang diperiksa bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari pengabdian untuk membantu para peternak menjaga kualitas ternaknya. (Tribun Solo/Anang Maruf Bagus Yuniar)
| Pemkab Jepara Gelontor Rp 4 Miliar Bangun Rumah Dinas Bupati Bertema Joglo |
|
|---|
| Panitia Minta Maaf Balon Udara dalam Festival di Solo Gagal Terbang |
|
|---|
| Luthfi Klaim 6.271 Koperasi Desa Merah Putih di Jateng Telah Beroperasi |
|
|---|
| Warga Jembawan Pasang Sandbag untuk Cegah Longsor Susulan |
|
|---|
| Ada Dua Kasus Kecelakaan Kendaraan Pengangkut MBG, Satlantas Pekalongan Latih Ratusan Sopir SPPG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-jateng-hari-Ini-Selasa-19-Mei-2026.jpg)