Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Riza Pernah Ditendang Sapi saat Lakukan Pemeriksaan Kebuntingan 

Profesi dokter hewan pemeriksa sapi bunting sudah melekat pada diri drh Keki Riza Murty.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun jateng hari Ini Selasa 19 Mei 2026 

Namun, pekerjaan tersebut tetap memiliki risiko tinggi.

Dalam melakukan pemeriksaan, ia selalu memastikan ada petugas lain yang membantu memegang sapi agar pemeriksaan berjalan aman.

“Yang penting saat pemeriksaan ada yang membantu memegang sapinya. Kalau sapinya galak ya tetap harus dibantu. Biasanya pakai tali dadung diikat dulu,” jelas Riza.

Selama bertahun-tahun menjalani profesi itu, Riza juga pernah mengalami pengalaman buruk.

Ia pernah terkena tendangan sapi saat melakukan pemeriksaan hingga harus menjalani rontgen.

“Saya pernah ketendang sapi saat pemeriksaan, sampai rontgen juga pernah. Tapi alhamdulillah tidak apa-apa. Namanya risiko pekerjaan, kita harus menjaga keselamatan diri sendiri,” tutur Riza.

Setiap pasaran

Rutinitasnya tak pernah jauh dari pasar hewan.

Setiap hari pasaran, ia rutin melakukan pemeriksaan kebuntingan sapi di berbagai lokasi.

Dalam sistem pasaran Jawa yang berlangsung setiap lima hari sekali, Riza bisa melakukan pemeriksaan hingga enam kali dalam sebulan.

Dari tangannya, banyak peternak mengetahui kondisi ternak mereka, terutama usia kebuntingan sapi yang sudah memasuki tiga bulan.

Pemeriksaan itu menjadi penting karena menentukan langkah perawatan hingga persiapan kelahiran.

Metode palpasi rektal sendiri dikenal sebagai teknik paling umum, murah, dan cukup akurat untuk mendeteksi kebuntingan pada ternak besar seperti sapi.

Meski terlihat sederhana, pemeriksaan tersebut membutuhkan keahlian, pengalaman, dan keberanian.

Di balik profesi yang jarang dilirik itu, Riza menunjukkan dunia peternakan tidak hanya diisi kaum pria.

Ketelatenan, keberanian, dan kecintaannya pada hewan membuatnya mampu bertahan selama belasan tahun di pekerjaan yang penuh risiko tersebut.

Baginya, setiap sapi yang diperiksa bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari pengabdian untuk membantu para peternak menjaga kualitas ternaknya. (Tribun Solo/Anang Maruf Bagus Yuniar)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved