Tribunjateng Hari ini
Riza Pernah Ditendang Sapi saat Lakukan Pemeriksaan Kebuntingan
Profesi dokter hewan pemeriksa sapi bunting sudah melekat pada diri drh Keki Riza Murty.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Profesi dokter hewan pemeriksa sapi bunting sudah melekat pada diri drh Keki Riza Murty.
Selama 16 tahun bertugas, inilah kisah-kisah unik dan tantangan yang ia hadapi.
Pagi itu, suasana pasar hewan mulai ramai.
Deru kendaraan pengangkut sapi bercampur suara pedagang dan pembeli yang saling menawar.
Di tengah hiruk pikuk itu, seorang perempuan dengan sarung tangan panjang berdiri tenang di belakang seekor sapi berbobot ratusan kilogram.
Dialah Keki Riza Murty, dokter hewan yang sudah 16 tahun mengabdikan diri di dunia kesehatan ternak.
Dengan cekatan, ia melakukan palpasi rektal, metode pemeriksaan kebuntingan sapi dengan memasukkan tangan melalui anus sapi untuk mengetahui kondisi reproduksi ternak tersebut.
Bagi sebagian orang, bahkan laki-laki, pekerjaan itu mungkin terdengar ekstrem, bahkan menakutkan.
Namun bagi Riza, sapaan akrabnya, pekerjaan tersebut sudah menjadi bagian dari kesehariannya sejak lama.
“Kalau saya kan memang dokter hewan, pekerjaannya memang di situ, palpasi. Saya lulus dari UGM tahun 2010, jadi sampai sekarang sudah 16 tahun jadi dokter hewan,” ujar Riza, Minggu (17/5/2026).
Kecintaan Riza terhadap hewan ternyata sudah tumbuh sejak remaja.
Ketertarikan itulah yang kemudian membawanya menempuh pendidikan kedokteran hewan dan akhirnya memilih fokus pada pemeriksaan reproduksi sapi.
Meski harus berhadapan langsung dengan hewan bertubuh besar dan kadang agresif, Riza mengaku tidak pernah merasa takut.
Baginya, pengalaman dan kebiasaan menjadi modal utama.
“Mungkin karena sudah terbiasa ya, jadi tidak takut,” kata Riza.
| Pemkab Jepara Gelontor Rp 4 Miliar Bangun Rumah Dinas Bupati Bertema Joglo |
|
|---|
| Panitia Minta Maaf Balon Udara dalam Festival di Solo Gagal Terbang |
|
|---|
| Luthfi Klaim 6.271 Koperasi Desa Merah Putih di Jateng Telah Beroperasi |
|
|---|
| Warga Jembawan Pasang Sandbag untuk Cegah Longsor Susulan |
|
|---|
| Ada Dua Kasus Kecelakaan Kendaraan Pengangkut MBG, Satlantas Pekalongan Latih Ratusan Sopir SPPG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-jateng-hari-Ini-Selasa-19-Mei-2026.jpg)