Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Idul Adha

Cuaca Tak Menentu, Yus Prasetyo Racik Jus Herbal Penambah Nafsu Makan Sapi Kurban

Di tengah cuaca yang berubah-ubah menjelang Iduladha 2026, peternak sapi kurban di Semarang punya cara menjaga kondisi ternaknya tetap prima.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
BERI JUS HERBAL – Pekerja di kandang Berkah Beef Masjid Agung Semarang memberikan Jus herbal berbahan kencur dan kunyit yang diberikan untuk menjaga nafsu makan serta kesehatan sapi di tengah cuaca pancaroba di Semarang, Kamis (21/5/2026) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Di tengah cuaca yang berubah-ubah menjelang Iduladha 2026, peternak sapi kurban di Semarang punya cara tersendiri menjaga kondisi ternaknya tetap prima.

Salah satunya dengan memberikan jus herbal berbahan kencur dan kunyit untuk menjaga pencernaan sekaligus meningkatkan nafsu makan sapi.

Koordinator kandang kurban, Berkah Beef Masjid Agung Semarang Yus Prasetyo, mengatakan ramuan herbal itu rutin diberikan terutama saat musim pancaroba seperti sekarang.

Menurutnya, perubahan cuaca membuat sapi lebih rentan stres dan sakit sehingga perlu langkah preventif.

Baca juga: Kreasi Minuman Asal Jateng Diperkenalkan di Sato San Rooftop Bar, Bangkok Thailand

Baca juga: Resmikan Gedung Baru PMI, Wali Kota Pekalongan Aaf Tegaskan Komitmen Kemanusiaan

“Paling utama sebenarnya supaya lambung dan pencernaan sapi itu baik. Kalau pencernaannya bagus, penyerapan makanannya maksimal, pertumbuhannya juga maksimal,” kata Yus saat ditemui di kandang sapi kurban Berkah Beef Masjid Agung Semarang, Kamis (21/5/2026).

Jamu tersebut dibuat dari campuran kencur dan kunyit yang dihaluskan, lalu diberikan minimal sekali sehari kepada sapi.

Selain menjaga kesehatan, ramuan itu disebut membantu menjaga nafsu makan ternak tetap stabil.

Menurut Yus, manajemen pakan menjadi faktor penting agar bobot sapi terus naik menjelang Iduladha. 

Nutrisi seperti karbohidrat, vitamin, mineral hingga probiotik diperhatikan agar penyerapan makanan lebih optimal.

“Rata-rata kenaikan bobot harian sapi sekitar 1 sampai 1,6 kilogram per hari. Ada juga yang sampai 2 kilogram,” ujarnya.

Harga Pasaran Melonjak Hingga Rp3jt Perekor

Di kandang tersebut, sapi yang dijual memiliki bobot mulai 350 kilogram hingga 900 kilogram. 

Harga jualnya berkisar Rp22 juta sampai Rp55 juta per ekor, tergantung ukuran dan bobot sapi.

Saat ini terdapat 43 ekor sapi di kandang utama. Sebagian besar telah terjual, menyisakan empat ekor yang sementara tidak dijual karena dalam masa pemulihan kesehatan.

Yus menyebut penjualan sapi kurban tahun ini justru mengalami peningkatan dibanding tahun lalu meski harga sapi ikut naik sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved