Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

BNN Endus Modus Baru Peredaran Narkoba di Kendal, Pelajar Jadi Sasaran

"Di Kendal kami mendeteksi adanya prekursor narkoba, ini modus baru dan sasarannya pelajar sekolah."

Tayang:
TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
BERI PENJELASAN - Ketua Tim Rehabilitasi BNN Kabupaten Kendal, Tri Wahyu Setianto, memberikan penjelasan tentang modus baru peredaran prekursor narkoba di Kendal, Sabtu (23/5/2026). (TRIBUN JATENG/ AGUS SALIM IRSYADULLAH) 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Ketua Tim Rehabilitasi BNN Kabupaten Kendal, Tri Wahyu Setianto, mengungkap adanya modus baru peredaran prekursor narkoba di Kendal.

Prekursor merupakan zat, bahan pemula, atau bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi narkotika dan psikotropika. 

Zat ini umumnya memiliki fungsi legal untuk keperluan industri atau farmasi, namun diawasi ketat peredarannya karena sering disalahgunakan sebagai bahan baku pembuatan narkoba secara ilegal.

Baca juga: Remaja SMP Trauma Dipaksa Lari Keliling Lapangan Sebelum Motornya Dirampas Polisi Gadungan di Kendal

"Di Kendal kami mendeteksi adanya prekursor narkoba, ini modus baru dan sasarannya pelajar sekolah," katanya, Sabtu (23/5/2026).

Wahyu menerangkan, prekursor tersebut nantinya akan dirubah menjadi bentuk narkoba jenis cairan Kanabinoid. 

Narkoba jenis ini umumnya sering disalahgunakan karena efek psikoaktifnya, dan kini sering disamarkan ke dalam produk modern seperti cairan rokok elektrik atau vape.

Dia menerangkan, narkoba itu tergolong senyawa alami seperti pada tanaman ganja, maupun sintetis yang berinteraksi dengan reseptor otak.

"Kalau ini bentuk cairnya. Sekarang itu vape menjadi sarana baru yang bisa disusupi narkoba jenis Kanabinoid," sambungnya.

Wahyu menuturkan, saat ini kasus tersebut belum ditemukan di Kabupaten Kendal.

Akan tetapi, pihaknya kini telah mengendus peredaran prekursornya.

"Di Kendal baru prekursornya, atau bahan pembuatnya yang terdeteksi, dan belum sempat jadi cairan Kanabinoid," ungkapnya.

Lebih lanjut, Wahyu menerangkan jika Kanabinoid biasanya disalahgunakan dengan cara yang lebih modern, yakni dimasukkan ke dalam rokok elektrik atau vape.

Menurutnya, cairan Kanabinoid ini bakal dicampurkan dalam cairan liquid vape yang menawarkan berbagai macam rasa. 

Sehingga penggunanya secara tidak langsung akan merasakan kecanduan.

"Vape itu kan varian rasanya beragam, nah itu menarik genrasi muda. Alhamdulillah Kendal belum masuk vape yang mengandung narkotika itu," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved