Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kiai Cabul di Pekalongan

Terbongkar! Dugaan Tindak Asusila di Ponpes Pekalongan, Enam Korban Sudah Melapor

Dugaan kasus tindak asusila di sebuah padepokan di Kabupaten Pekalongan, menjadi sorotan publik setelah organisasi Yakuza Maneges

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG
Aparat Polres Pekalongan Kota mengamankan seorang pria berinisial AKF (baju putih), pengasuh sekaligus pimpinan padepokan di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Rabu (27/5/2026), atas dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwati. Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dugaan kasus tindak asusila di sebuah padepokan di Kabupaten Pekalongan, menjadi sorotan publik setelah organisasi Yakuza Maneges ikut mengawal laporan para korban.


Aparat Polres Pekalongan Kota akhirnya mengamankan seorang pria berinisial AKF, pengasuh sekaligus pimpinan padepokan di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Rabu (27/5/2026), atas dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwati.

Penangkapan dilakukan sekitar pukul 06.30 WIB di kediaman pelaku yang juga menjadi lokasi padepokan. Selanjutnya, AKF dibawa ke Kantor Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pekalongan Kota guna menjalani pemeriksaan intensif.


Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Menurutnya, pengungkapan kasus ini memerlukan proses panjang lantaran para korban sebelumnya mengalami tekanan dan ketakutan untuk melapor.


"Informasi awal sangat tertutup. Kami memerintahkan, jajaran Reskrim melakukan pendekatan secara person to person kepada keluarga korban hingga akhirnya ada beberapa korban yang bersedia memberikan laporan resmi," ujar AKBP Riki kepada Tribunjateng.com.


Hingga saat ini, polisi mencatat sedikitnya enam korban telah melapor. Para korban berasal dari sejumlah daerah seperti Pekalongan, Pemalang, Batang, hingga Semarang. Mayoritas, korban diduga mengalami pelecehan saat masih berada di bawah umur dan tinggal di lingkungan padepokan.


Kasus ini semakin menyita perhatian setelah organisasi Yakuza Maneges dari Kediri, Jawa Timur, mendatangi lokasi padepokan yang juga sekaligus ponpes beberapa jam sebelum polisi melakukan penangkapan.

Baca juga: Kronologi Bus Sinar Jaya dan Truk Kecelakaan di Tol Cipali KM 174, Penumpang Berhamburan di Jalan


Mereka mengaku,nmenerima banyak aduan dari para korban melalui media sosial dan pesan singkat.


Perwakilan Yakuza Maneges, Eko Ebes, mengatakan pihaknya turun langsung ke lokasi sebagai bentuk pendampingan terhadap korban yang mulai berani menyampaikan kesaksian.


"Kami hadir, karena ada laporan dari korban melalui DM dan WhatsApp. Setelah kami validasi, kami langsung bergerak. Dugaan tindak asusila ini disebut sudah berlangsung cukup lama," kata Eko.


Menurutnya, berdasarkan pengakuan antar korban, jumlah santriwati yang diduga menjadi korban bisa mencapai 23 hingga 25 orang. Namun, baru enam orang yang sejauh ini berani bicara secara terbuka.


Eko menjelaskan, modus yang diduga digunakan pelaku bermula dari aktivitas sehari-hari di padepokan. Korban disebut diminta melakukan pijat, lalu dalam kondisi sepi dan tertutup pelaku diduga meminta korban melakukan tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual.


"Ini jelas tindakan yang melanggar asusila, dan sangat tidak manusiawi. Kami akan terus mengawal proses hukum agar para korban mendapatkan keadilan," tegasnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved