Jumat, 29 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Momen Haru Mbah Gesah Lansia Jepara Dapat Kiriman Daging Kurban dari Prabowo dan Hadiah Kulit Sapi

Momen haru terjadi saat pendistribusian daging kurban di Desa Kancilan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Rabu (27/5/2026)

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Saiful Ma sum
TERIMA DAGING KURBAN - Mbah Gesah (70) warga Desa Kancilan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara mwnerima daging kurban Prabowo Subianto, Rabu (27/5/2026). Dia terharu mendapatkan daging kurban, beserta kulit sapi utuh dari sohibul kurban sebagai hadiah.  

Momen Haru Mbah Gesah Lansia Jepara Dapat Kiriman Daging Kurban dari Prabowo dan Hadiah Kulit Sapi

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Momen haru terjadi saat pendistribusian daging kurban di Desa Kancilan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Rabu (27/5/2026).

Di depan gubug kecil beratapkan genteng, Mbah Gesah (70) duduk termenung di sebuah dingklik (bangku terbuat dari kayu panjang) yang berada di halaman rumahnya.

Atap tempat tinggal Mbah Gesah terlihat tidak simetris dengan kondisi tiang penyangga masih dalam bentuk kayu tua mulai dimakan rayap.

Sementara dinding rumahnya sudah disulap dalam bentuk tembok batu bata merah melalui program bedah rumah oleh pemerintah daerah.

Di gubug tersebut, Mbah Gesah hidup sebatangkara lebih dari 20 tahun terakhir.

Baca juga: 500 Oncor Meriahkan di Malam Takbir Iduladha, Anak-anak Bandungrejo Jepara Jalan Kaki 4 Km

Tiga anaknya merantau tinggal di Jakarta dan Sumatera. Sesekali anak-anaknya pulang ketika Hari Raya Idulfitri. Namun, Mbah Gesah tak mendapati anak-anaknya pulang pada momentum Hari Raya Idulfitri tahun ini.

Dengan usia 70 tahun, kesedihan tidak dipungkiri menyelimuti Mbah Gesah yang berharap bertemu anak-anaknya tahun ini.

Meski demikian, Mbah Gesah mencoba melupakan rasa sedih itu dengan harapan bisa diganti pada momentum lain atau Lebaran tahun depan.

Sehari-hari Mbah Gesah mengandalkan bantuan program keluarga harapan (PKH) untuk mencukupi kebutuhan harian.

Terkadang bantuan diterima dalam bentuk beras, lauk pauk seperti telur, tempe, tahu, hingga sayur-sayuran.

Tak hanya itu, dia juga menerima bantuan dari pemerintah dalam bentuk nominal uang, sesekali mendapatkan kiriman uang dari anak-anaknya.

Meski hidup sebatangkara, Mbah Gesah tak pernah meminta-minta. Dia memanfaatkan setiap bantuan yang ada, mulai dari bantuan pemerintah hingga bantuan tetangga sekitar untuk mencukupi kebutuhannya sendiri.

Bertahan hidup di tengah kondisi serba kekurangan dan ketidakpastian.

Siang itu, Mbah Gesah duduk santai di teras rumahnya yang masih beralaskan tanah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved