Satu Keluarga Meninggal di Posong
Sosok Ali Munawar Menurut Warga Bendosari, Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung
Ali Munawar dan keluarga dikenal dermawan serta ramah meski hanya sepekan sekali ke Dusun Bendosari untuk menengok kebun anggur dan alpukat.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Muhamad Ali Munawar (52) di Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis (28/5/2026).
Meski jenazah satu keluarga tersebut belum tiba, para pelayat sudah memadati rumah duka di RT 04 RW 08 Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Selain para tetangga, sahabat, kolega, dan teman sekolah juga nampak menunggu jenazah di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum dan almarhumah.
Baca juga: Kepala dan Kaki Kurban Jadi Rezeki Dadakan, Kampung Bustaman Semarang Diserbu Warga
Di balik tragedi meninggalnya satu keluarga saat camping di kawasan wisata Posong Temanggung, kerabat dan kolega mengenang sosok Muhamad Ali Munawar sebagai pribadi dermawan dan akrab dengan lingkungan sekitar.
Adik sepupu, Muhamad Faerudin mengatakan, sehari menjelang Iduladha, Ali Munawar sempat menyerahkan hewan kurban untuk musala di Dusun Bendosari, Desa Kebumen.
"Ssebelum pergi sempat menyerahkan satu kambing kurban untuk musala di lingkungan Bendosari," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (28/5/2026).
Di mata warga, lanjutnya, Ali Munawar dan keluarga dikenal dermawan serta ramah meski hanya sepekan sekali datang ke Dusun Bendosari untuk menengok kebun anggur dan alpukat.
Keluarga Ali Munawar tersebut memang tinggal menetap di lingkungan RT 01 RW 03 Temenggungan, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Almarhum membantu istrinya, Maghfirah mengelola toko di Ambarawa.
• 3 Pelajar Sragen Ditangkap saat Live TikTok Pocong, Cari Tempat Sepi Demi Konten Horor
Di sela aktivitasnya itu, Ali Munawar juga mengelola kebun anggur dan alpukat di Dusun Bendosari.
"Tidak hanya Ali dan Fira, anak- anaknya, Bagas dan Alvino juga cukup baik dengan warga di lingkungan Dusun Bendosari ini," jelasnya.
Kerabat lain, Asadi (51) menambahkan, Bagas Amar Hakiki (21) merupakan mahasiswa Sastra Perancis di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan merencanakan wisuda pada Agustus 2026.
"Skripsinya hampir selesai dan Bagas juga menargetkan bisa ikut wisuda UGM pada Agustus."
"Tapi Allah berkehendak dalam musibah bersama keluarganya tersebut," ungkapnya.
Sementara Alfino Evan Hakiki, lanjutnya, selama ini aktif dalam kegiatan olahraga taekwondo.
"Dia salah satu atlet muda Pengkab Taekwondo Indonesia Kabupaten Semarang," tambahnya. (*)
Baca juga: Viral Acara Hajatan Berantakan di Banyumas Gegara Sapi Kurban Terlepas, Begini Kronologinya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250528_DIBAWA-KE-MAKAM-Janazah-keluarga.jpg)