Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Satu Truk Miliki 16 QR Code, Timbun BBM Subsidi Gunakan Modus Helikopter di Jepara

BPH Migas bersama Komisi XII DPR RI menemukan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi saat melakukan pengawasan di Kabupaten Jepara.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN SOLO/ANANG MARUF
GARIS POLISI - Ilustrasi garis polisi. BPH Migas menemukan modus penimbunan BBM di Jepara. Satu truk memiliki 16 qrcode. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Sebuah truk mencurigakan ditemukan petugas BPH Migas saat melakukan pengawasan di beberapa SPBU Kabupaten Jepara.

Petugas mendapati truk tersebut telah membeli BBM subsidi secara tidak wajar.

Dari hasil pemeriksaan, terdapat tangki berkapasitas sekira 1.000 liter di truk tersebut.

Saat ini petugas pun masih melakukan pendalaman atas temuan penimbunan BBM di Jepara tersebut.

Baca juga: 500 Oncor Meriahkan di Malam Takbir Iduladha, Anak-anak Bandungrejo Jepara Jalan Kaki 4 Km

KABAR DUKA, Ryamizard Ryacudu Mantan Menteri Pertahanan Meninggal

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Komisi XII DPR RI menemukan dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi saat melakukan pengawasan di Kabupaten Jepara.

Temuan ini menunjukkan masih adanya celah dalam distribusi BBM subsidi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas mengungkapkan bahwa modus yang digunakan pelaku cukup kompleks, yakni dengan memodifikasi tangki kendaraan serta menggunakan pelat nomor polisi dan QR code berbeda.

"Truk ini membawa 16 QR code dan 18 nomor polisi kendaraan palsu."

"BPH Migas terus melakukan pengawasan agar efektif, efisien, dan mementingkan BBM subsidi untuk masyarakat yang berhak, tepat sasaran, serta tepat manfaat bagi masyarakat Jepara," kata Wahyudi seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (31/5/2026).

Wahyudi menjelaskan bahwa truk tersebut diduga beroperasi dengan pola yang disebut helikopter, yaitu masuk-keluar SPBU secara berulang untuk membeli BBM subsidi dalam jumlah besar.

Untuk menghindari deteksi sistem, pelaku menggunakan berbagai identitas kendaraan dan QR code yang berbeda-beda.

Dengan cara ini, transaksi yang dilakukan terlihat normal dalam sistem pengawasan.

"Transaksinya sekira pukul 12.55. Secara fisik kondisi truk kurang baik."

"Dari tangki BBM truk terhubung selang untuk naik ke tangki atas. Dapat menampung BBM hingga 1.000 liter pembelian BBM subsidi," ujar dia.

Modifikasi tangki tersebut memungkinkan kendaraan menampung BBM dalam jumlah besar yang jauh melebihi kapasitas normal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved