Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kajen

Kisah Sukses David, Pemuda Pekalongan yang Bisa Tembus 3.000 Resi Sehari dari Jualan Online

David Ainul Ridho (33), warga Desa Getas, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, berhasil membangun bisnis fashion wanita berbasis online.

Tayang:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Indra Dwi Purnomo
LIHATKAN PRODUK - Muhammad David Ainul Ridho (33), warga Desa Getas, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan saat memperlihatkan produknya yang di jual secara online, Minggu (31/5/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Berbekal kemauan belajar secara mandiri dan keberanian memulai usaha dari nol, Muhammad David Ainul Ridho (33), warga Desa Getas, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, berhasil membangun bisnis fashion wanita berbasis online yang kini menjangkau pelanggan di seluruh Indonesia.

Usaha yang dirintis sejak 2015 itu berkembang secara bertahap, hingga mampu mencatat ribuan pesanan dalam sehari pada masa puncak pertumbuhan bisnis online.

Kesuksesan tersebut diraih tanpa bimbingan mentor maupun pengalaman bisnis sebelumnya.

Baca juga: Bantuan Pangan Diharapkan Mampu Kurangi Beban Pengeluaran Warga Pekalongan

Sebelum terjun menjadi pengusaha, David bekerja sebagai karyawan swasta. Dari pekerjaannya itu, ia mulai mempelajari dunia pemasaran secara otodidak dan tertarik untuk mencoba membangun usaha sendiri.

"Awalnya saya kerja sebagai karyawan, lalu belajar pemasaran sedikit demi sedikit secara otodidak," ujar David kepada Tribunjateng.com, Minggu (31/5/2026).

Dengan modal sekitar Rp 40 juta, David memulai usaha fashion wanita melalui media sosial Facebook.

Lalu, saat platform Shopee mulai berkembang pada 2016, ia melihat peluang besar dan memutuskan membuka toko online untuk memperluas jangkauan pasar.

Langkah tersebut membuahkan hasil. 

Produk-produk fashion wanita yang dipasarkannya, mulai dari long tunic muslim, blouse atau atasan wanita, hingga berbagai model bawahan, mendapat sambutan positif dari konsumen di berbagai daerah.

Perkembangan usaha semakin pesat saat pandemi Covid-19.

Ketika banyak sektor usaha mengalami perlambatan, transaksi belanja online justru meningkat tajam. 

Kondisi itu turut mendongkrak penjualan toko milik David.

Ia mengungkapkan, sebelum pandemi jumlah pengiriman hanya berkisar 20 hingga 30 resi per hari. 

Namun, saat permintaan pasar melonjak, jumlah pengiriman mampu mencapai sekitar 3.000 resi dalam sehari.

"Dulu sehari paling cuma 20 sampai 30 resi. Waktu pandemi bisa sampai 3.000 resi per hari," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved