Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Solo

"Beri Layanan Video Call" Peran Artis Cantik di Kasus Love Scamming di Solo

Polisi mengungkap peran artis cantik di kasus Love Scamming yang berpusat di Sukoharjo dan Surakarta, Jawa Tengah.

Tayang:
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Dok Polda Jawa Tengah/istimewa
TERSANGKA - Foto seorang perempuan mantan artis berinisial F yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan daring bermodus pig butchering dan love scamming ditampilkan saat gelar perkara di Gedung Borobudur Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin (1/6/2026). F diduga berperan sebagai model, melakukan video call dengan korban warga negara Amerika Serikat untuk memperkuat hubungan emosional dan meyakinkan mereka agar menanamkan dana pada investasi kripto palsu yang dijalankan jaringan pelaku. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polisi mengungkap peran artis cantik di kasus Love Scamming yang berpusat di Sukoharjo dan Surakarta, Jawa Tengah.

Artis cantik berinisial F itu kini telah ditetapkan tersangka oleh Polda Jateng.

Perempuan berinisial F, yang disebut polisi berasal dari kalangan mantan artis atau figur publik, diduga melakukan panggilan video dengan korban-korban di luar negeri untuk memperkuat skenario penipuan yang telah disusun jaringan pelaku.

Baca juga: Inilah Sosok F, Mantan Artis yang Diduga Jadi "Umpan" Sindikat Love Scamming yang Berpusat di Jateng

Baca juga: Pakai Nickname, 38 Anggota Sindikat "Love Scam" Internasional di Sukoharjo Tak Saling Kenal

Di samping meja rias itu, polisi juga memamerkan puluhan telepon seluler, komputer, monitor, laptop, hingga buku panduan percakapan yang digunakan para tersangka untuk menjerat korban melalui aplikasi kencan dan media sosial.

Direktur Reserse Siber Polda Jateng, Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih mengatakan F memiliki peran sebagai model yang ditampilkan saat korban mulai meminta pembuktian identitas orang yang selama ini berkomunikasi dengan mereka.

"Model yang dapat kami amankan ini tugasnya melayani video call sesuai yang diinginkan korban, sementara peran marketing yang mencari korban. 

Apabila korban membutuhkan keyakinan, maka yang tampil bukan marketing tetapi model," kata Kombes Himawan.

Menurut dia, keberadaan model menjadi bagian penting dalam skema penipuan tersebut karena berfungsi memperkuat hubungan emosional yang sudah dibangun operator.

"Karena marketing ingin supaya korban segera melakukan investasi yang sudah ditawarkan," imbuh dia.

Saat ditanya latar belakang perempuan yang diamankan itu, Himawan mengungkapkan bahwa F bukan sosok yang asing bagi publik.

"Yang jelas model dari mantan artis, itu saja," ungkapnya.

Penyidik belum membuka identitas lengkap F karena proses penyidikan masih berlangsung.

Namun polisi memastikan perempuan tersebut diamankan saat penggerebekan dan mengakui tugasnya melakukan video call dengan korban sesuai arahan jaringan.

Kasus itu juga melibatkan kerja sama internasional. 

Polda Jateng bekerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat setelah penyidik menemukan bahwa sebagian besar korban merupakan warga negara Amerika.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved