Berita Kriminal
Fakta Baru Kasus Mafia BBM Subsidi Jepara: Pelaku Pakai QR Code Palsu Bukan dari Pertamina
Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di wilayah Jepara dan Pati berhasil diungkap setelah petugas
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Ringkasan Berita:
- BPH Migas mengungkap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi dengan modus pembelian berulang menggunakan 16 QR Code dan pelat nomor kendaraan berbeda.
- Seorang sopir truk bertandon 1.000 liter diamankan di Jepara setelah diduga mengumpulkan BBM subsidi dari sejumlah SPBU di Jepara dan Pati.
- Polisi masih mengembangkan kasus untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk jaringan pengepul BBM subsidi.
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di wilayah Jepara dan Pati berhasil diungkap setelah petugas menemukan modus pengumpulan BBM menggunakan truk yang telah dimodifikasi.
Pelaku diduga memanfaatkan sejumlah QR Code dan identitas kendaraan berbeda untuk membeli BBM subsidi secara berulang di berbagai SPBU.
Kasus ini menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu distribusi BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, seperti pelaku UMKM, petani, dan nelayan.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, menjelaskan bahwa pelaku menjalankan aksinya dengan berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain di wilayah Jepara dan sebagian wilayah Pati.
Menurutnya, truk yang digunakan telah dimodifikasi dengan memasang tandon penampung berkapasitas sekitar 1.000 liter di bagian bak kendaraan.
Untuk menghindari kecurigaan petugas, pelaku tidak melakukan pembelian dalam jumlah besar sekaligus.
Setiap transaksi dilakukan dalam jumlah terbatas sebelum berpindah ke SPBU lain.
Wahyudi mengungkapkan bahwa pelaku menyiapkan 16 QR Code yang digunakan secara bergantian saat membeli BBM subsidi.
QR Code tersebut juga disesuaikan dengan 16 pelat nomor kendaraan berbeda yang diduga digunakan untuk menyamarkan identitas saat transaksi.
Baca juga: Heboh! Bayi Baru Lahir Ditemukan Dalam Tas Belanja di Gang Permukiman Pati, Ari-Ari Masih Menempel
Menurut hasil temuan awal, QR Code yang digunakan tidak berasal dari sistem resmi Pertamina.
Kondisi tersebut mengindikasikan adanya dugaan pembuatan atau penggandaan QR Code secara ilegal untuk memperoleh akses pembelian BBM subsidi.
Setiap hari, pelaku diduga membeli BBM subsidi dalam kisaran 50 hingga 150 liter di setiap SPBU dengan nilai transaksi antara Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta.
Pembelian dilakukan berulang kali di sejumlah lokasi hingga tandon berkapasitas 1.000 liter terisi penuh.
"Setelah terisi penuh, hasil pengumpulan BBM Subsidi ini dibawa ke pengepul.
| Heboh! Bayi Baru Lahir Ditemukan Dalam Tas Belanja di Gang Permukiman Pati, Ari-Ari Masih Menempel |
|
|---|
| KDRT Maut, Suami Sempat Mandikan dan Sisir Rambut Istri yang Sudah Tewas, Berharap Hidup Lagi |
|
|---|
| Bawa Anak demi Kelabui Petugas, IRT Asal Karanganyar Gagal Selundupkan Narkoba ke Lapas Sragen |
|
|---|
| Kecele, Polisi di Kudus Gerebek Lokasi Sabung Ayam Tapi Para Penjudi Sudah Kabur Duluan |
|
|---|
| Di Pati Masjid Pun Jadi Sasaran Maling Motor, Beat Milik Lansia Raib Dicuri Saat Salat Subuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260602_mafia-bbm.jpg)