Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kriminal

Lansia Karanganyar Gagal Berangkat Haji, Ditipu Modus Program Haji Plus

Impian menunaikan ibadah haji yang telah lama dinantikan berakhir dengan kekecewaan mendalam bagi Sri Wijiningsih

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Kompas.com/Pythag Kurniati
ILUSTRASI - Deretan koper jemaah haji Indonesia di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Rabu (13/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sri Wijiningsih mengaku kehilangan lebih dari Rp104 juta setelah mengikuti program haji plus yang dijanjikan dapat berangkat lebih cepat.
  • Korban telah melakukan 14 kali transfer dan sempat menerima seragam haji, namun paspor, visa, serta tiket pesawat tidak pernah diterima.
  • Setelah upaya mediasi tidak berhasil, korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian dan berharap tidak ada korban lain yang mengalami hal serupa.

 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Impian menunaikan ibadah haji yang telah lama dinantikan berakhir dengan kekecewaan mendalam bagi Sri Wijiningsih (61), warga Perum Klodran Indah, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Niat memberikan kejutan kepada keluarga dengan berangkat haji secara diam-diam justru berujung pada dugaan penipuan yang menyebabkan kerugian lebih dari Rp104 juta.

Perempuan lanjut usia tersebut mengaku telah menyetorkan seluruh biaya yang diminta untuk mengikuti program haji plus yang dijanjikan dapat berangkat lebih cepat.

Namun hingga jadwal keberangkatan tiba, dokumen penting yang dijanjikan tidak pernah diterima dan keberangkatan ke Tanah Suci pun gagal terwujud.

Baca juga: Dapur MBG Dibobol, Peralatan Dicuri Hasilnya Dipakai untuk Judi Online

 

Berawal dari Tawaran Haji Plus

Sri menceritakan bahwa dirinya pertama kali mendapat tawaran program haji plus dari seorang perempuan berinisial DF pada Desember 2024.

Program tersebut disebut menawarkan biaya yang lebih terjangkau serta proses keberangkatan yang lebih cepat dibanding jalur reguler.

Karena ingin memberikan kejutan kepada anak-anaknya, Sri memilih merahasiakan rencana tersebut dari keluarga.

Minimnya pengetahuan mengenai prosedur keberangkatan haji membuat dirinya percaya terhadap penjelasan yang diberikan.

“Saat itu, saya ditawari haji plus, saya terima tawaran itu dengan sengaja tidak memberi tahu anak-anaknya tentang rencana itu dan memberikan kejutan ketika jadwal keberangkatan semakin dekat dan namanya orang tua, jadi tidak terlalu paham soal begituan," kata Sri Wijiningsih, Selasa (2/6/2026).

 

Lakukan 14 Kali Transfer hingga Rp104 Juta

Untuk memenuhi biaya keberangkatan, Sri menggunakan berbagai sumber dana yang dimilikinya.

Dana tersebut berasal dari santunan kematian, manfaat Asabri, hingga gaji peninggalan almarhum suaminya.

Bahkan selama setahun ia berusaha hidup hemat agar tabungan yang dimiliki tidak berkurang.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved