Berita Kriminal
Lansia Karanganyar Gagal Berangkat Haji, Ditipu Modus Program Haji Plus
Impian menunaikan ibadah haji yang telah lama dinantikan berakhir dengan kekecewaan mendalam bagi Sri Wijiningsih
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Ringkasan Berita:
- Sri Wijiningsih mengaku kehilangan lebih dari Rp104 juta setelah mengikuti program haji plus yang dijanjikan dapat berangkat lebih cepat.
- Korban telah melakukan 14 kali transfer dan sempat menerima seragam haji, namun paspor, visa, serta tiket pesawat tidak pernah diterima.
- Setelah upaya mediasi tidak berhasil, korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian dan berharap tidak ada korban lain yang mengalami hal serupa.
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Impian menunaikan ibadah haji yang telah lama dinantikan berakhir dengan kekecewaan mendalam bagi Sri Wijiningsih (61), warga Perum Klodran Indah, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Niat memberikan kejutan kepada keluarga dengan berangkat haji secara diam-diam justru berujung pada dugaan penipuan yang menyebabkan kerugian lebih dari Rp104 juta.
Perempuan lanjut usia tersebut mengaku telah menyetorkan seluruh biaya yang diminta untuk mengikuti program haji plus yang dijanjikan dapat berangkat lebih cepat.
Namun hingga jadwal keberangkatan tiba, dokumen penting yang dijanjikan tidak pernah diterima dan keberangkatan ke Tanah Suci pun gagal terwujud.
Baca juga: Dapur MBG Dibobol, Peralatan Dicuri Hasilnya Dipakai untuk Judi Online
Berawal dari Tawaran Haji Plus
Sri menceritakan bahwa dirinya pertama kali mendapat tawaran program haji plus dari seorang perempuan berinisial DF pada Desember 2024.
Program tersebut disebut menawarkan biaya yang lebih terjangkau serta proses keberangkatan yang lebih cepat dibanding jalur reguler.
Karena ingin memberikan kejutan kepada anak-anaknya, Sri memilih merahasiakan rencana tersebut dari keluarga.
Minimnya pengetahuan mengenai prosedur keberangkatan haji membuat dirinya percaya terhadap penjelasan yang diberikan.
“Saat itu, saya ditawari haji plus, saya terima tawaran itu dengan sengaja tidak memberi tahu anak-anaknya tentang rencana itu dan memberikan kejutan ketika jadwal keberangkatan semakin dekat dan namanya orang tua, jadi tidak terlalu paham soal begituan," kata Sri Wijiningsih, Selasa (2/6/2026).
Lakukan 14 Kali Transfer hingga Rp104 Juta
Untuk memenuhi biaya keberangkatan, Sri menggunakan berbagai sumber dana yang dimilikinya.
Dana tersebut berasal dari santunan kematian, manfaat Asabri, hingga gaji peninggalan almarhum suaminya.
Bahkan selama setahun ia berusaha hidup hemat agar tabungan yang dimiliki tidak berkurang.
| Masih Ingat Anak Perwira Polda Jateng Bikin Lomba Komentar Rasis? Kini Sudah Jadi Tersangka |
|
|---|
| Polda Jateng Gandeng FBI Selidiki Love Scamming Internasional yang Libatkan Fabiola Elizabeth |
|
|---|
| Fakta Baru Kasus Mafia BBM Subsidi Jepara: Pelaku Pakai QR Code Palsu Bukan dari Pertamina |
|
|---|
| Heboh! Bayi Baru Lahir Ditemukan Dalam Tas Belanja di Gang Permukiman Pati, Ari-Ari Masih Menempel |
|
|---|
| KDRT Maut, Suami Sempat Mandikan dan Sisir Rambut Istri yang Sudah Tewas, Berharap Hidup Lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260517-_-Koper-Haji-Indonesia-di-Jeddah-Arab-Saudi.jpg)