Tribunjateng Hari ini
Po Han Tekun Kumpulkan Arsip Sejarah dari Rumah ke Rumah
Bermula dari hobi mengoleksi perangko, kini Ong Po Han juga aktif mengumpulkan arsip dan dokumen pemerintahan.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bermula dari hobi mengoleksi perangko, kini Ong Po Han juga aktif mengumpulkan arsip, surat kabar lama, dokumen pemerintahan, hingga berbagai benda cetak dari masa lalu.
Lewat dokumen-dokumen berharga itu, ia menilik sejarah.
Sebelum internet memudahkan orang mencari barang koleksi hanya dengan beberapa kali klik, Po Han sudah lebih dulu berkeliling memburu jejak-jejak sejarah yang tercecer di berbagai tempat.
Dari rumah kolektor, lapak barang bekas, hingga kiriman teman dari luar negeri, semuanya menjadi bagian dari perjalanan panjang yang membentuk koleksi arsip dan filateli yang kini tersimpan di rumahnya.
Perjalanan itu bermula dari hobi mengumpulkan perangko.
Ketertarikan terhadap benda kecil yang menjadi penanda perjalanan surat tersebut perlahan membuka jalan lebih luas.
Selain perangko, founder Rumah Po Han ini juga aktif mengumpulkan arsip, surat kabar lama, dokumen pemerintahan, hingga berbagai benda cetak yang merekam kehidupan pada masanya.
"Karena saya awalnya kan (koleksi) perangko. Jadi dari perangko kan kepengen yang lain gitulah," kata Po Han kepada Tribun Jateng, Senin (1/6/2026).
Saat ini Po Han tengah menggelar pameran arsip sejarah “Dalam Cengkeraman Saudara Tua”.
Pameran berlangsung selama sepekan lebih, mulai 31 Mei hingga 7 Juni mendatang, di Rumah Po Han, Jalan Kepodang, Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah.
Pameran itu memajang koleksi yang bervariasi, mulai surat kabar, arsip, dan berbagai dokumen yang berasal dari masa awal pendudukan Jepang pada 1942.
Puluhan tahun kemudian, koleksi Po Han tidak lagi terbatas pada filateli. Po Han menceritakan, banyak koleksinya berasal dari abad ke-19.
Di antara koleksi tertuanya terdapat surat kabar era Hindia Belanda yang kini semakin sulit ditemukan.
Namun, bagi Po Han, mengumpulkan arsip pada masa lalu memiliki cerita yang berbeda dibanding sekarang.
Ketika minat terhadap benda-benda sejarah belum sebesar saat ini, banyak orang justru tidak melihat nilai dari dokumen atau benda lama yang mereka miliki.
| Momen Libur Panjang, Angka Kunjungan Wisatawan Lokawisata Baturraden Terdongkrak |
|
|---|
| Korban Diberi Plafon Kredit Tinggi, Sementara Utang Cair dengan Nilai Jauh Kecil |
|
|---|
| Tertipu Produk Fiktif oleh Tenaga Pemasaran Bank, 30 Pensiunan Terbebani Utang Puluhan Tahun |
|
|---|
| Warga Lintas Agama Dusun Thekelan Sampaikan Selamat Waisak |
|
|---|
| Taufiq Siapkan Help Desk untuk Bantu Calon Siswa dalam SPMB 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Rabu-3-Juni-2026.jpg)