Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Po Han Tekun Kumpulkan Arsip Sejarah dari Rumah ke Rumah

Bermula dari hobi mengoleksi perangko, kini Ong Po Han juga aktif mengumpulkan arsip dan dokumen pemerintahan.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Rabu 3 Juni 2026 

Baginya, sejarah tidak hanya tersimpan dalam buku pelajaran, melainkan juga dalam benda-benda yang pernah digunakan masyarakat sehari-hari.

Pelajari sejarah

Pemikiran itu pula yang kemudian melatarbelakangi penyelenggaraan pameran arsip sejarah yang digagas Pengurus Daerah Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) Jawa Tengah bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Pengurus Pusat PFI, dan Pohan Kultura Lestari.

Pameran tersebut menampilkan koleksi yang dikurasi khusus untuk menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa pendudukan Jepang.

"Kalau kita nanti mau pameran lagi harus mengurasilah. Saya pilih kira-kira temanya apa nanti, saya kurasi dulu, kemudian saya pilih-pilih buku yang cocok untuk temanya itu," kata Po Han.

Melalui pameran itu, ia tidak hanya ingin memperlihatkan koleksi yang dimilikinya, tetapi juga memperkenalkan cara lain mempelajari sejarah.

Salah satunya melalui filateli yang selama ini identik dengan hobi mengoleksi perangko.

Menurut Po Han, minat generasi muda terhadap filateli terus berkurang.

Ia lantas mencoba menghadirkan filateli dalam bingkai sejarah agar lebih mudah dipahami dan relevan bagi masyarakat luas.

"Filateli itu sekarang anak-anak muda itu kan minat terhadap filatelinya kurang. Nah, kami mau mencoba untuk membangkitkan minat itu melalui filateli di dalam bingkai sejarah," ujarnya.

Baginya, filateli dan sejarah merupakan dua hal yang saling melengkapi.

Perangko, cap pos, maupun surat dapat menjadi pintu masuk untuk memahami berbagai peristiwa yang pernah terjadi.

"Jadi, melalui filateli kita juga bisa belajar sejarah. Melalui sejarah kita bisa belajar mengenai filateli," katanya.

Harapan lain yang ingin dicapainya adalah memperkaya catatan sejarah yang selama ini mungkin belum terdokumentasikan secara lengkap.

Dengan menghadirkan bukti-bukti fisik berupa arsip, surat kabar, dan koleksi lainnya, Po Han berharap, berbagai informasi yang sebelumnya tercecer dapat kembali disusun dan dicatat untuk generasi mendatang.

"Untuk menambah ya mungkin catatan-catatan yang dulunya belum tercatat ini supaya tercatat gitu dengan adanya bukti-bukti yang ada," imbuhnya. (Idayatul Rohmah)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved