Asuransi
Sebanyak 10.500 Nelayan Demak Berpeluang Nikmati Perlindungan Usaha Melaut
Sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir di wilayah Kabupaten Demak.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK – Sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir di wilayah Kabupaten Demak.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Demak tahun 2025, nilai produksi perikanan laut mencapai Rp116,2 miliar, sementara produksi budidaya tambak mencapai Rp274,6 miliar.
Besarnya potensi tersebut mendorong perlunya perlindungan usaha bagi nelayan, khususnya pemilik kapal kayu dan perahu skala kecil hingga menengah yang menjadi tulang punggung aktivitas penangkapan ikan di wilayah pesisir.
Baca juga: Prediksi Piala Dunia 2026 Menurut Bek Naturalisasi PSIS Semarang, Ini 4 Negara yang Disorot
Baca juga: Polda Jateng Pastikan Bhabinkamtibmas Bebas TB Paru Sebelum Bertugas Sebagai Tracer
Sebagai upaya mendukung keamanan dan keberlanjutan usaha nelayan, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Cabang Semarang menjalin kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Demak melalui program Asuransi Mikro Bahari.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Branch Manager Askrindo Cabang Semarang, Gami Aji Libraga, bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, Nanang Tasunar DN, di Aula Kantor DKP Kabupaten Demak, Rabu (3/6/2026).
Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan menjadi solusi perlindungan bagi nelayan yang selama ini membutuhkan jaminan keamanan terhadap kapal maupun perahu yang digunakan untuk melaut.
"Harapannya agar ribuan nelayan di Kabupaten Demak mendapatkan perlindungan yang optimal, khususnya untuk kapal dan perahu nelayan skala kecil hingga menengah, sehingga mereka dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman," ujar Budhi.
Ia menyebut potensi program tersebut cukup besar mengingat Kabupaten Demak memiliki sekitar 5.254 kapal atau perahu nelayan dengan jumlah nelayan mencapai 10.500 orang.
Sementara itu, Branch Manager Askrindo Semarang, Gami Aji Libraga, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperluas perlindungan asuransi bagi sektor kelautan dan perikanan.
Menurutnya, nelayan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan ekonomi daerah sehingga membutuhkan dukungan perlindungan yang memadai.
"Kerja sama bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para nelayan dalam menjalankan aktivitas usahanya, sekaligus membuka peluang pengembangan layanan asuransi lainnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir," katanya.
Selain penandatanganan kerja sama, Askrindo juga menggelar sosialisasi yang diikuti para nelayan Kabupaten Demak.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai manfaat produk asuransi umum dan asuransi mikro bagi pelaku sektor kelautan dan perikanan.
Ke depan, kerja sama itu juga berpotensi diperluas melalui berbagai produk perlindungan lainnya, seperti Asuransi Mikro Usahaku bagi UMKM pengolahan hasil perikanan dan kelautan, Asuransi Nelayan, serta produk perlindungan lain yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir. (Rad)
| Industri Asuransi Diproyeksi Tumbuh 5–7 Persen pada 2026 |
|
|---|
| Inflasi Medis Meroket Hingga 17,8 Persen pada 2026, Industri Asuransi Tinjau Ulang Premi |
|
|---|
| Klaim JHT, Jaminan Pensiun, Hingga JKP Bisa Dilakukan Kolektif Satu Kantor |
|
|---|
| GEN QuickDischarge Permudah Administrasi Pasien Usai Rawat Inap |
|
|---|
| BPJSTK Semarang Pemuda Sambut Positif Fatwa MUI Soal Iuran Jamsostek bagi Pekerja Rentan Pakai ZIS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260603_KERJASAMA-Penandatanganan-kerja-sama-program-Asuransi-Mikro.jpg)