Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Sekolah di Jateng Bakal Sisipkan Program Insersi Perkoperasian dalam Pembelajaran

Pemprov Jateng menerapkan Insersi Pendidikan Perkoperasian atau menyisipkan materi pendidikan koperasi ke seluruh jenjang pendidikan.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/iwan Arifianto
PENDIDIKAN KOPERASI - Provinsi Jawa Tengah melaunching Insersi Pendidikan Perkoperasian Provinsi Jawa Tengah, Gedung Grahadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat (5/6/2026). Acara ini dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin serta perwakilan guru SD, SMP, SMA dan SLB di Jateng. 

Menurutnya, program pendidikan ini merupakan pertama di Indonesia.

"Jawa Tengah jadi provinsi pertama di Indonesia yang membuat Insersi kurikulum tentang perkoperasian. Harapannya agar provinsi-provinsi lain bisa melakukan hal yang sama," katanya.

Dia mengatakan, Jawa Tengah kembali menegaskan posisinya sebagai wilayah yang memiliki sejarah panjang perkoperasian.

Karena, Jawa Tengah juga menjadi tempat lahirnya koperasi pertama di Indonesia yang didirikan di Banyumas.

Alasan Pemprov Jateng Hanya Bisa Aspal Jalan Randublatung-Cepu 500 Meter, Harga Aspal Naik

Ada Materi KDKMP

Dia melanjutkan, materi pendidikan perkoperasian juga akan menyinggung tentang Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Selain itu, ada berbagai contoh perkoperasian yang perlu dipahami generasi muda.

"Itu penting disampaikan karena koperasi bisa menjadi alternatif penyediaan lapangan pekerjaan bagi milenial, gen, dan Gen Alfa," ungkapnya.

Dia berharap, insersi perkoperasian ini bisa memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang perkoperasian yang mengajarkan semangat gotong royong, nilai-nilai kebersamaan, dan kekeluargaan bukan ekonomi liberal yang kapitalistik, individualistik, dan mau menang sendiri.

"Outputnya para pelajar ini paham dulu tentang koperasi sebelum masuk dunia kerja karena selepas mereka lulus dari sekolah (masuk dunia kerja) koperasi sudah ada di semua sektor," terangnya.

Sekolah Agama dan Negeri Siap Mengadopsi

Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengatakan, lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama wilayah Jawa Tengah bakal menerapkan Insersi Pendidikan Perkoperasian ini.

Baginya, insersi perkoperasian merupakan gerakan positif dalam implementasinya di dunia pendidikan.

"Di dalam Alquran ada surat koperasi yaitu surat Al Ma'un, yang wajib kami implementasikan dalam kurikulum (pendidikan)," katanya.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin menuturkan, salah satu tantangan pendidikan saat ini adalah bagaimana menjadikan pembelajaran itu semakin relevan dengan kehidupan nyata.

Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik, pendekatan yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Tengah dengan mengintegrasikan pendidikan perkoperasian ke dalam mata pelajaran dan kegiatan kokurikuler yang telah ada.

Pendekatan ini memungkinkan para siswa kita memperoleh pengalaman belajar yang otentik tanpa harus menambah beban kurikulum atau menciptakan mata pelajaran baru.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved