Berita Ungaran
Waspada Seks Bebas, Dinkes Kabupaten Semarang Temukan 3 Kasus HIV/Aids pada Pelajar dan Mahasiswa
Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang menemukan tiga kasus HIV/Aids pada kelompok pelajar dan mahasiswa hingga April 2026.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang menemukan tiga kasus HIV/Aids pada kelompok pelajar dan mahasiswa hingga April 2026.
Meski jumlahnya tidak banyak, temuan tersebut menjadi peringatan bahwa penularan HIV juga dapat terjadi pada kalangan remaja akibat perilaku seks berisiko.
Baca juga: Pemkot Sebut Tingginya Temuan Kasus HIV di Semarang Karena Efektivitas Program Lidya Dimari
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Endah Indriati Wurjaningrum mengatakan, kasus HIV/Aids di Kabupaten Semarang tercatat 45 kasus hingga April 2026.
Angka tersebut hampir sama dengan tahun sebelumnya.
"Dari temuan, tidak seluruhnya berasal dari warga Kabupaten Semarang. Sebagian kasus merupakan warga dari luar daerah yang memilih menjalani pemeriksaan atau mendapatkan layanan kesehatan di Kabupaten Semarang," katanya, Senin (8/6/2026).
Endah menyebut, kelompok paling banyak terkena HIV/Aids adalah kelompok usia produktif berusia 26 hingga 30 tahun.
Sebanyak 73 persen kasus HIV pada laki-laki, sedangkan 27 persen kasus HIV pada perempuan.
Dia mengungkapkan, faktor penyebab paling berkontribusi menyumbang kasus HIV/Aids adalah seks berisiko dengan berganti-ganti pasangan atau seks bebas.
Seks berisiko ini menyumbang 80 persen dari total kasus. Bahkan, mirisnya tiga kasus terjadi pada kalangan pelajar dan mahasiswa akibat seks bebas.
"Kasus pelajar dan mahasiswa sampai April ini, kamu menemukan 3 kasus. Penyebabnya juga karena seks bebas," sebutnya.
Lebih lanjut, Endah menambahkan, seks bebas pada kalangan homoseksual juga masih menyumbangkan kasus. Ada 11 kasus atau 24 persen dari total kasus berasal dari seks sesama jenis.
"LSL (laki-laki suka laki-laki) juga menyumbang. Ada 11 kasus atau 24 persen dari total kasus. Ini perlu meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang risiko seks bebas," tuturnya.
Endah berujar, penelusuran pasangan seksual masih menjadi salah satu tantangan dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/Aids.
Pasalnya, sebagian penderita memiliki lebih dari satu pasangan sehingga menyulitkan petugas saat melakukan penelusuran pasangan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Bahkan, pada beberapa kasus, penderita tidak lagi mengingat pasangan seksual yang pernah berhubungan dengannya. Kondisi tersebut membuat upaya pelacakan kontak berisiko masih terkendala.
| Putus Akibat Longsor, Jembatan Penghubung Duren-Pledokan di Semarang Akhirnya Selesai Diperbaiki |
|
|---|
| Peringkat Masih Nol di Hari Kedua SPMB Kab Semarang, Orang Tua dan Calon Murid Datangi Sekolah |
|
|---|
| SPMB Kabupaten Semarang Dibuka Mulai Besok, Berikut Syarat Lengkap dan Jalur yang Dibuka |
|
|---|
| Ukir Sejarah, Desa Terpencil di Kabupaten Semarang Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto |
|
|---|
| Miliaran Rupiah Dikucurkan untuk Insentif dan Jaminan Sosial untuk Linmas di Kabupaten Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/202600608_Dinas-Kesehatan-Kabupaten-Semarang-Endah-Indriati-Wurjaningrum-HIVAids_1.jpg)