Satu Keluarga Meninggal di Posong
Waspada "Silent Killer", Mengenal Karbon Monoksida yang Tewaskan Sekeluarga di Glamping Temanggung
Misteri penyebab kematian tragis satu keluarga yang ditemukan tidak bernyawa di dalam tenda glamping (glamorous camping) di kawasan Wisata
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Ringkasan Berita:
- Polda Jateng mengungkap satu keluarga asal Kab Semarang tewas di tenda glamping Wisata Posong Temanggung karena keracunan gas karbon monoksida (CO).
- Gas mematikan tersebut bersumber dari tungku tanah liat berisi briket arang yang sengaja dibawa masuk ke dalam tenda tertutup minim ventilasi.
- Seluruh korban ditemukan meninggal dunia dalam posisi tidur di kasur masing-masing, dan kesimpulan kasus ini didasarkan pada metode ilmiah Scientific Crime Investigation.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Misteri penyebab kematian tragis satu keluarga yang ditemukan tidak bernyawa di dalam tenda glamping (glamorous camping) di kawasan Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, akhirnya berhasil dipecahkan oleh pihak kepolisian.
Setelah hampir tiga pekan penyelidikan intensif dilakukan, Polda Jawa Tengah memastikan empat anggota keluarga asal Kabupaten Semarang itu meninggal dunia akibat keracunan gas karbon monoksida (CO) yang berasal dari pembakaran briket arang di dalam tungku tanah liat.
Hasil penyelidikan ilmiah ini sekaligus mematahkan spekulasi liar di masyarakat yang sempat menduga adanya kebocoran gas portabel ataupun keracunan makanan.
Dalam konferensi pers di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Senin (15/6/2026) sore, polisi memperlihatkan tungku tanah liat yang menjadi satu di antara barang bukti utama dalam kasus tersebut.
Fasilitas memasak tersebut sebenarnya disediakan oleh pihak pengelola wisata untuk menunjang aktivitas rekreasi para pengunjung.
Tungku itu sebelumnya disediakan pengelola untuk kebutuhan memanggang atau membakar makanan di area glamping.
Namun berdasarkan hasil penyelidikan, tungku tersebut diduga dibawa masuk ke dalam tenda saat para korban beristirahat.
Penyidik Kepolisian berhasil menyusun teka-teki kronologi bagaimana gas mematikan itu bisa merenggut nyawa satu keluarga dalam waktu singkat tanpa disadari.
Penyidik menduga awalnya tungku digunakan untuk membakar pisang atau keperluan lain di luar tenda.
Baca juga: Palu dan Sigi Diguncang Gempa M 6,7: Gunung Nokilaki Longsor, Rumah Roboh, hingga Jembatan Retak
Petaka dimulai ketika malam hari tiba dan suhu di kawasan wisata alam tersebut mulai turun drastis.
Saat malam semakin dingin, tungku kemudian dimasukkan ke dalam tenda yang tertutup rapat dan minim ventilasi untuk menghangatkan ruangan.
Tanpa disadari oleh para korban, tindakan tersebut justru memicu akumulasi gas beracun yang mematikan di dalam ruangan tertutup.
Akibatnya, gas karbon monoksida yang dihasilkan dari proses pembakaran briket arang terakumulasi di dalam tenda hingga mencapai kadar mematikan.
Efek "pembunuh senyap" dari gas karbon monoksida membuat para korban kehilangan kesadaran saat terlelap.
| Penampakan Tungku Tanah Liat di Balik Kematian 1 Keluarga di Posong Temanggung, Sengaja Dibawa Masuk |
|
|---|
| Simulasi Tragedi Maut di Posong, Labfor Ungkap Tungku Pembakaran Arang Picu Gas Beracun 2.000 PPM |
|
|---|
| Misteri Kematian Satu Keluarga di Glamping Temanggung Terungkap, Polisi: Bukan dari Gas Portabel |
|
|---|
| Polisi Ungkap Penyebab Tak Semua Korban Glamping Maut di Temanggung Diautopsi |
|
|---|
| Gas atau Makanan Jadi Dugaan Kuat Penyebab Kematian Satu Keluarga Saat Camping di Temanggung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260616_Kombes-Pol-Muhammad-Anwar-Nasir.jpg)