Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ancaman Megathrust di Selatan Jawa

BMKG Kembali Ingatkan Warga Kulon Progo, Ancaman Megathrust Selatan Jawa Masih Nyata

Warga Kulon Progo, Yogyakarta kembali diingatkan untuk senantiasa mewaspadai ancaman bencana megathrust yang suatu saat bisa terjadi.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
facebook/Dwikorita Karnawati
ANCAMAN MEGATHRUST - Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. BMKG kembali mengingatkan untuk selalu ekstra waspada terhadap ancaman megathrust yang suatu saat terjadi, utamanya di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa. 

Pihaknya pun menuntut peningkatan kapasitas masyarakat pesisir dalam memahami tanda bahaya serta peringatan dini.

“Implementasi 12 indikator Tsunami Ready menjadi langkah penting menuju cita-cita zero victim," ucap Dwikorita.

Beberapa megathrust di Indonesia.
Beberapa megathrust di Indonesia. (Ekspedisi Cincin Api – KOMPAS/Bestari/Luhur)

Baca juga: TKI Was-was, Ramalan Gempa Megathrust dan Tsunami di Jepang Sabtu Malam 5 Juli 2025: Taiwan Waspada!

Melalui program ini, Dwikorita Karnawati ingin masyarakat terus melanjutkan "Tsunami Ready Community " yang sebelumnya telah mendapat pengakuan UNESCO di enam desa DIY, termasuk Desa Glagah, Kulon Progo, pada 2022.

Dengan mawasnya pengetahuan, menunjukkan masyarakat pesisir selatan siaga.

Sehingga, wisatawan merasa lebih aman untuk berpetualang di Jawa Selatan, khususnya Kulon Progo.

"Hal ini juga akan meningkatkan kepercayaan wisatawan maupun investor di Kulon Progo yang menjadi pintu gerbang wisata melalui Bandara Internasional YIA,” tegas Dwikorita.

Kepala Stasiun Geofisika Yogyakarta, Ardhianto melaporkan kegiatan ini diikuti 55 peserta.

Para peserta terdiri atas jajaran pemerintah daerah, BPBD, aparat TNI/Polri, sekolah, SKPD terkait, perwakilan Bandara YIA, PLN, hingga masyarakat pesisir.

“SLG telah kami laksanakan di DIY selama lebih dari 10 tahun dengan berbagai capaian, termasuk terbentuknya desa-desa Tsunami Ready."

"Melalui kegiatan di Kulon Progo ini, kami berharap lahir para champion yang akan menularkan semangat kesiapsiagaan, baik dari tingkat keluarga hingga komunitas,” jelas Ardhianto.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ahmad Ambar Purwoko juga berharap masyarakat tak hanya memahami sikap siaga, tapi juga harus mengamalkannya menjaga Kulon Progo tetap aman terkendali.

“Kegiatan sekolah lapang ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah bagi keselamatan masyarakat."

"Kulon Progo patut bersyukur karena Desa Glagah telah diakui UNESCO sebagai masyarakat siaga tsunami. "

"Ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini jangan hanya disimpan, tapi harus diamalkan demi kepentingan bersama,” ungka Ahmad.

Baca juga: Jelang Maghrib: Ramalan Ryo Tatsuki Gempa Megathrust dan Megatsunami di Jepang, Sabtu 5 Juli 2025

267 Tahun Belum Terlepas

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved