Ancaman Megathrust di Selatan Jawa
BMKG Kembali Ingatkan Warga Kulon Progo, Ancaman Megathrust Selatan Jawa Masih Nyata
Warga Kulon Progo, Yogyakarta kembali diingatkan untuk senantiasa mewaspadai ancaman bencana megathrust yang suatu saat bisa terjadi.
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
Pihaknya pun menuntut peningkatan kapasitas masyarakat pesisir dalam memahami tanda bahaya serta peringatan dini.
“Implementasi 12 indikator Tsunami Ready menjadi langkah penting menuju cita-cita zero victim," ucap Dwikorita.
Baca juga: TKI Was-was, Ramalan Gempa Megathrust dan Tsunami di Jepang Sabtu Malam 5 Juli 2025: Taiwan Waspada!
Melalui program ini, Dwikorita Karnawati ingin masyarakat terus melanjutkan "Tsunami Ready Community " yang sebelumnya telah mendapat pengakuan UNESCO di enam desa DIY, termasuk Desa Glagah, Kulon Progo, pada 2022.
Dengan mawasnya pengetahuan, menunjukkan masyarakat pesisir selatan siaga.
Sehingga, wisatawan merasa lebih aman untuk berpetualang di Jawa Selatan, khususnya Kulon Progo.
"Hal ini juga akan meningkatkan kepercayaan wisatawan maupun investor di Kulon Progo yang menjadi pintu gerbang wisata melalui Bandara Internasional YIA,” tegas Dwikorita.
Kepala Stasiun Geofisika Yogyakarta, Ardhianto melaporkan kegiatan ini diikuti 55 peserta.
Para peserta terdiri atas jajaran pemerintah daerah, BPBD, aparat TNI/Polri, sekolah, SKPD terkait, perwakilan Bandara YIA, PLN, hingga masyarakat pesisir.
“SLG telah kami laksanakan di DIY selama lebih dari 10 tahun dengan berbagai capaian, termasuk terbentuknya desa-desa Tsunami Ready."
"Melalui kegiatan di Kulon Progo ini, kami berharap lahir para champion yang akan menularkan semangat kesiapsiagaan, baik dari tingkat keluarga hingga komunitas,” jelas Ardhianto.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ahmad Ambar Purwoko juga berharap masyarakat tak hanya memahami sikap siaga, tapi juga harus mengamalkannya menjaga Kulon Progo tetap aman terkendali.
“Kegiatan sekolah lapang ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah bagi keselamatan masyarakat."
"Kulon Progo patut bersyukur karena Desa Glagah telah diakui UNESCO sebagai masyarakat siaga tsunami. "
"Ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini jangan hanya disimpan, tapi harus diamalkan demi kepentingan bersama,” ungka Ahmad.
Baca juga: Jelang Maghrib: Ramalan Ryo Tatsuki Gempa Megathrust dan Megatsunami di Jepang, Sabtu 5 Juli 2025
267 Tahun Belum Terlepas
BMKG
megathrust
Megathrust Selatan Jawa
Dwikorita Karnawati
Ahmad Ambar Purwoko
Kulon Progo
Tribunjateng.com
| Identitas Perempuan yang Ditemukan Tewas di Sungai Silandak Semarang, Hanyut saat Berangkat Kerja |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Maryam Korban Banjir di Semarang Ditemukan 1 Kilometer dari Lokasi Hanyut |
|
|---|
| Dahsyatnya Hujan di Semarang Semalam, Ditemukan Mayat Terbawa Arus hingga Aspal Tiba-tiba Mengelupas |
|
|---|
| Kondisi 2 Korban Kecelakaan Motor Terjun ke Jurang di Jepara, Ditemukan di Pinggir Sungai |
|
|---|
| Kronologi Pria Tewas saat Lerai Cekcok di Tempat Biliar, Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kepala-Badan-Meteorologi-Klimatologi-dan-Geofisika-BMKG-Dwikorita-Karnawati.jpg)