Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ancaman Megathrust di Selatan Jawa

BMKG Kembali Ingatkan Warga Kulon Progo, Ancaman Megathrust Selatan Jawa Masih Nyata

Warga Kulon Progo, Yogyakarta kembali diingatkan untuk senantiasa mewaspadai ancaman bencana megathrust yang suatu saat bisa terjadi.

Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
facebook/Dwikorita Karnawati
ANCAMAN MEGATHRUST - Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. BMKG kembali mengingatkan untuk selalu ekstra waspada terhadap ancaman megathrust yang suatu saat terjadi, utamanya di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa. 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Warga Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta kembali diingatkan untuk senantiasa mewaspadai ancaman bencana megathrust yang suatu saat bisa terjadi.

Menurut BMKG, ini bukan sekadar ancaman melainkan kondisi nyata yang tak bisa ditutup-tutupi.

Bahkan BMKG tak mengetahui secara pasti kapan akan terjadi megathrust di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa ini.

Meskipun demikian, jauh-jauh sebelumnya bahkan hingga saat ini, berbagai langkah mitigasi dilakukan.

Baca juga: Gempa Megathrust Jawa Terakhir Terjadi Pada 1943, Benarkah BMKG Prediksi Akan Kembali Terjadi?

Salah satunya melalui Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami secara berkelanjutan di wilayah-wilayah rawan bencana di selatan Pulau Jawa ini.

Salah satunya di Kabupaten Kulon Progo

BMKG kembali mengingatkan ancaman bencana gempabumi, tsunami, hingga megathrust yang kapan saja bisa terjadi di selatan Pulau Jawa.

Istilah "megathrust" berasal dari "mega" yang berarti besar dan "thrust" yang berarti patahan naik.

Megathrust merujuk pada potensi gempa berskala besar yang dihasilkan dari pergerakan lempeng bumi.

Oleh sebab itu, perlunya kesadaran masyarakat untuk siaga dan tangguh menghadapi ancaman bencana.

Hal itu diungkapkan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati saat hadiri Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (23/9/2025).

“Sepanjang 10 tahun terakhir, DIY dan sekitarnya tercatat mengalami lebih dari seratus gempa bumi dengan magnitudo di atas lima, termasuk beberapa kejadian yang merusak."

"Data ini menjadi pengingat bahwa risiko gempa dan tsunami nyata adanya."

"Kesiapsiagaan adalah keharusan,” ujar Dwikorita Karnawati.

Dwikorita mengungkapkan, aktivitas seismik di wilayah selatan Jawa cukup tinggi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved