Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Satu Keluarga Aniaya ART dari Ditonjok hingga Ditendang, Videonya Viral

Viral beredar di media sosial penganiyaan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) yang dilakukan oleh satu keluarga

Penulis: Msi | Editor: muslimah
INSTAGRAM/@jakutinfo_id
PENGANIAYAAN ART: Seorang ART diduga dianiaya oleh boss-nya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (2/3/2026) 

TRIBUNJATENG.COM - Viral beredar di media sosial penganiyaan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) yang dilakukan oleh satu keluarga.

Peristiwa ini terjadi di Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan sudah dikonfirmasi pihak kepoliian.

Dalam video yang beredar, penganiayaan mulai dari korban ditonjok, ditampar hingga ditendang.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Selasa 3 Maret 2026 Besok: Hujan Disertai Petir di 21 Daerah

Baca juga: Dipaksa Mengaku Cubit Anak Anggota DPRD, Refpin Sampai Sujud Bilang Tidak, Kini Dipenjara

Baca juga: Penderitaan Bocah Sukabumi yang Meninggal Penuh Luka, Disebut Tak Hanya Disiksa Ibu Tiri

Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @jakutinfo_id, terdapat tiga potongan video yang memperlihatkan ART tersebut mengalami kekerasan.

Pada potongan video pertama, terlihat seseorang mengenakan baju putih menonjok kepala ART yang memakai baju merah bergaris.

Orang berbaju putih tersebut kemudian memegang benda berwarna abu-abu di atas meja sambil menunjuk ke arah korban.

Masih dalam video yang sama, terlihat orang lain berbaju kuning menampar korban.

Setelah itu, orang berbaju putih kembali melakukan kekerasan dengan menjambak rambut si ART.

Dalam potongan video kedua, korban tampak menerima dua kali tendangan di bagian punggung bawah.

Tendangan tersebut dilakukan oleh seorang pria berbaju hijau yang memiliki tato di betisnya.

Sementara pada potongan video ketiga, korban terlihat dipukul menggunakan sandal hingga terjatuh, lalu kembali ditendang oleh orang berbaju putih.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Utara Iptu Maryati Jonggi menjelaskan bahwa peristiwa dalam video itu terjadi sekitar tiga tahun lalu.

Ia mengatakan, insiden bermula saat korban berinisial SY (57) memasukkan bambu ke tempat ibadah milik terduga pelaku berinisial HW (42) menjelang perayaan Imlek pada Februari 2023.

"Sekitar bulan Februari 2023 saat itu pelaku sedang membersihkan tempat ibadah di rumahnya, namun korban iseng mengotori tempat ibadah tersebut," kata Jonggi saat dikonfirmasi Kompas.com pada Senin (2/3/2026).

Peristiwa itu disebut menjadi pemicu terjadinya kekerasan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved