Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Kerja Bakti Mencekam, Warga Temukan Mayat Tanpa Kepala di Tumpukan Bambu, Identitas Segera Dikenali

Kapolsek Gamping, AKP Bowo Susilo menceritakan, kronologi penemuan mayat ini bermula saat warga dan pihak kelurahan melakukan kerja bakti

Penulis: Msi | Editor: muslimah
Tribun Jogja
MAYAT TANPA KEPALA - Mayat tanpa kepala ditemukan di Jembatan Kali Konteng, dusun Pereng Kembang, Balecatur, Gamping, Kabupaten Sleman, Sabtu (11/4/2026). Mayat ditemukan saat warga, bersama pemerintah Kalurahan dan BPBD Sleman melakukan penanganan pembersihan puing bambu akibat banjir pasca dilanda cuaca ekstrem kemarin.  

Ringkasan Berita:
  • Kronologi penemuan mayat tanpa kepala di Sleman.
  • Bermula saat warga dan pihak kelurahan melakukan kerja bakti sekitar pukul 09.00 WIB. 
  • Di antara tumpukan rumpun bambu pascabanjir, ditemukanlah mayat pria tanpa kepala
 

TRIBUNJATENG.COM, SLEMAN - Sosok mayat pria tanpa kepala ditemukan warga di antara material rumpun bambu pascabanjir.

Tak ayal, suasana kerja bakti pada Sabtu (11/4/2026) pagi itu pun berubah menjadi mencekam.

Peristiwa ini terjadi di Jembatan Kali Konteng, Dusun Pereng Kembang, Balecatur, Gamping, Kabupaten Sleman.

Belakangan diketahui korban diduga berinisial NR warga Sidoarum, Godean. Jenazah pria 70 tahun itu ditemukan dalam kondisi tanpa kepala. 

Baca juga: Kronologi Kecelakaan di Purwokerto Tewaskan Aurel, Motor Nyangkut di Semak, Korban Jatuh ke Sungai

Baca juga: Gudang Sunyi di Pojok Mijen Semarang Ternyata Pabrik Ekstasi Raksasa, Warga Kaget Lihat Barang Bukti

Kronologi

Kapolsek Gamping, AKP Bowo Susilo menceritakan, kronologi penemuan mayat ini bermula saat warga dan pihak kelurahan melakukan kerja bakti sekitar pukul 09.00 WIB. 

Mereka gotong royong berupaya membersihkan tumpukan bambu dan material yang menyumbat jembatan akibat terbawa arus banjir setelah cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut pada Jumat (10/4) sore.

"Jam 09.00 mulai membersihkan. Kemudian jam 10.00 itu, menemukan mayat ditumpukan puing bambu itu. Lalu menginformasikan ke Polsek Gamping. Kami langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Sleman untuk melakukan olah TKP," kata Bowo, Sabtu. 

Identitas korban berhasil terungkap setelah dua anak kandung dan seorang menantu korban datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan fisik mayat yang ditemukan. 

Pihak keluarga asal Dusun Sebaran, Sidoarum Godean ini meyakini jenazah tersebut adalah NR, berdasarkan beberapa ciri fisik yang dikenali.

Ciri fisik yang dikenali di antaranya bentuk kaki yang identik, adanya luka penyakit kulit menahun di atas mata kaki kanan, serta kaus berwarna hijau bertuliskan 'California" yang dikenakan oleh korban.

Bowo mengungkapkan, berdasarkan keterangan keluarga, NR diketahui mengidap demensia atau pikun.

Korban dilaporkan sering meninggalkan rumah tanpa pamit dan sulit menemukan jalan pulang.

Pihak keluarga bahkan sempat membuat laporan kehilangan orang di Polsek Godean sebelum mendapat kabar duka ini.

Tahap penyelidikan 

Meski identitas telah terungkap, proses penyelidikan masih berjalan. Saat ditemukan, kondisi jenazah mengalami luka di bagian dada dan bagian kepala yang belum ditemukan.

Petugas bersama relawan dan BPBD masih melakukan penyisiran di sekitar aliran sungai untuk mencari bagian tubuh yang hilang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved