Berita Regional
Kerja Bakti Mencekam, Warga Temukan Mayat Tanpa Kepala di Tumpukan Bambu, Identitas Segera Dikenali
Kapolsek Gamping, AKP Bowo Susilo menceritakan, kronologi penemuan mayat ini bermula saat warga dan pihak kelurahan melakukan kerja bakti
Bowo belum bisa memastikan penyebab luka di tubuh korban termasuk penyebab hilangnya bagian kepala.
"Karena luka, ada darah di leher almarhum ini masih segar, masih baru. Ini masih didalami, apakah ini disebabkan oleh benturan saat terbawa arus, terkena alat berat (eksavator) saat proses pembersihan puing, atau ada penyebab lain. Masih dalam proses pencarian untuk kepalanya," terang dia.
Saat ini, jenazah telah dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian serta perkiraan waktu meninggalnya korban.
Hal ini penting untuk mengungkap apakah korban murni terpeleset lalu terbawa arus banjir atau ada faktor lain, mengingat kemarin sore wilayah Balecatur memang diguyur hujan deras dan cuaca ekstrem.
"Belum. (Penyeban kematian) itu nanti masih kami dalami lebih lanjut.Nanti dugaan almarhum itu mengapa sampai kemudian terbawa arus banjir, itu nanti kami masih lakukan pendalaman lebih lanjut. Karena kemarin sore kan hujan deras di wilayah Balecatur. Cuaca ekstrim," kata dia.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, hari ini memang ada penanganan lanjutan dampak cuaca ekstrem yang terjadi pada Jumat (10/4) kemarin di wilayah Pereng Kembang Gamping.
Penanganan lanjutan difokuskan pada pembersihan aliran Kali Konteng yang tersumbat rumpun bambu akibat terbawa arus sungai menggunakan alat berat eskavator.
"Saat pembersihan rumpun bambu tiba-tiba ditemukan jasad. Korban dievakuasi dan diidentifikasi Inafis Polresta lalu dibawa ke PKU Muhamadiyah Gamping," ujar dia. (Tribun Jogja)
| KPK Baru Kali Ini Menemukannya, Modus Bupati Tulungagung Peras Pejabat Disebut Sangat Mengerikan |
|
|---|
| Sosok Alfath, Mantan Kuli Bangunan yang Kini Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM, Borong 15 Penghargaan |
|
|---|
| Geger Fenomena ASN "Warisan" hingga Bolos Bertahun-tahun Masih Terima Gaji, 161 ASN Kini Dihentikan |
|
|---|
| 8 Rumah Hancur Akibat Bentrok Antar Desa, Dipicu Pria Mabuk Maki Istri Orang |
|
|---|
| "Guru Tidak Berakhlak" Tragis Siswa Berprestasi Dirawat di RSJ Diduga Korban Bully di Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260413_sleman.jpg)