Berita Regional
Kemunculan Api Misterius di Rumah Sleman Mereda Setelah Digelar Doa, Ini Kesimpulan Peneliti
Setelah digelar doa, kemunculannya mulai mereda. Meski demikian belum diketahui penyebabnya darimana
"Kami menabung untuk beli baju, beli sofa. Setelah bisa membeli, lalu barang-barang itu terbakar. Kok yo tega sekali kalau ada yang menuduh (merekayasa) demikian," katanya.
Fia juga menepis spekulasi mengenai motif internal seperti perebutan harta warisan.
Saat ini kondisi ekonomi keluarganya berada di titik terendah dan sedang berusaha bangkit karena usaha kafe maupun pemotongan ayam anjlok pascapandemi Covid-19.
Fia juga mengatakan, faktanya api tetap menyala secara misterius tanpa memandang siapa yang sedang berada di dalam rumah dua lantai tersebut.
"Saat rumah dikosongkan dan yang menjaga hanya orang luar rumah, faktanya api tetap menyala. Kalau misalnya itu motif atau perbuatan satu orang (anggota keluarga), nyatanya tidak ada orang pun api tetap menyala," urai dia.
Mengenai api yang tidak muncul setelah CCTV dipasang di rumahnya, Fia menyebut hal itu karena barang-barang di dalam rumah sudah hangus terbakar dan sebagian lainnya sudah dikeluarkan.
Saat ini, CCTV yang dipasang di tiga lokasi yakni di ruang depan, tengah dan lorong utara rumah telah diambil dan akan digunakan sebagai bukti pendukung pihak kepolisian.
Fia mengaku merasa bingung dengan perubahan hasil penelitian tim UPN dan UGM yang menyatakan tidak ada faktor gas alam dalam kejadian itu.
Sebab, ketika UGM datang meneliti tanggal 1 Juni 2026, rumah dalam keadaan kosong dan para peneliti mendapati langsung letupan api yang membakar selembar kaos di kamar tidur ruang tengah.
Saat itu, peneliti mengeluarkan detektor gas dan didapati lonjakan pada gas hidrogen (H2).
"Saya bingung harus bagaimana menanggapinya. Keluargaku juga bingung. Kok hasil penelitian selesai ora ono gas, padahal sebelumnya mengatakan itu ada gas," tanya dia.
Kesimpulan ahli
Ketua Tim Fakultas Teknologi Mineral Energi UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Basuki Rahmad menyampaikan, gelembung gas yang ditemukan di Sungai Nepen, berjarak sekira 250 meter di belakang rumah Agusyani, sama sekali tidak berhubungan dengan fenomena kebakaran berulang.
Berdasarkan pengamatan geologi permukaan untuk melihat pengelompokan batuan, UPN memang menemukan indikasi batu lempung gelap yang diduga kuat sebagai batuan induk (source rock) dari gas rawa di dekat sungai, lengkap dengan gelembung gas bertekanan kencang.
Namun, setelah diuji langsung di lapangan, gas tersebut terbukti tidak menyala saat disulut api.
Berdasarkan metode subsurface atau bawah permukaan menggunakan geolistrik dan geomagnet, tim mendeteksi adanya pertemuan dua jalur patahan bumi yang mengarah tepat di bawah lantai rumah Agusyani, membentuk struktur retakan batuan porous.
Artinya, di bawah rumah tersebut memang banyak retakan.
| 3 Tahun Hilang, YTR Ditinggalkan di RS dengan Kondisi Muka Hancur, Buta Permanen dan Luka Dibacok |
|
|---|
| Bayi dengan Mulut Terlakban Ditemukan di Pinggir Jalan, Polisi Ungkap Asmara Janda dan Pria Kafe |
|
|---|
| Profil Nana Kencanawati Anggota DPRD Hina Fisik Pendemo yang Protes MBG, Kini Medsosnya Diprivat |
|
|---|
| Mengaku Belum Siap Nikah, Remaja Bunuh Janda Hamil 3 Bulan |
|
|---|
| Wanita Disekap Pacar Selama 3 Tahun, Disiksa hingga Penuh Luka dan Buta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260617_RUMAH-API-SLEMAN.jpg)