Rabu, 17 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Kemunculan Api Misterius di Rumah Sleman Mereda Setelah Digelar Doa, Ini Kesimpulan Peneliti

Setelah digelar doa, kemunculannya mulai mereda. Meski demikian belum diketahui penyebabnya darimana

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
Tribun Jogja
MISTERI API: Pemilik rumah di Kasuran Seyegan Sleman, Agusyani, beberapa waktu lalu memperlihatkan beberapa barang di rumahnya yang sudah terbakar.  

"Setelah kami menganalisis data geologi permukaan dan geofisika, kami mengerucut pada satu kesimpulan. Kami tidak menemukan hubungan antara rumah yang terbakar dengan gelembung gas yang ditemukan di Sungai Nepen, yang berjarak 250 meter tersebut. Ini jadi kesimpulan akhir," katanya, seusai pertemuan para ahli di Kantor Bupati Sleman, Senin (15/6/2926). 

Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) UGM juga mematahkan dugaan adanya self-ignition atau pembakaran spontan akibat faktor alam. 

Dosen sekaligus Asisten Profesor Departemen Teknik Geologi UGM, Sarju Winardi, mengatakan, seluruh rangkaian uji geolistrik, termal, elektromagnetik, hingga elektro-statik menunjukkan hasil tidak ada anomali yang bisa memicu api secara alami. 

"Begitu pula dengan kandungan gas, tidak ada anomali yang dapat memicu kebakaran. Itu sama sekali tidak ada," kata Sarju. 

Dari hasil uji laboratorium residu barang yang terbakar, pengujian awal hanya memunculkan kandungan abu dan gas karbon dioksida (CO-2). 

Namun, setelah uji dengan metode FTIR pada permukaan dinding rumah, ditemukan ada material yang mudah terbakar, berasal dari resin yang di dalamnya mengandung Poly Vinyl Chloride (PVC). 

Material resin inilah yang diduga menjadi bahan yang mudah terbakar. 

Akan tetapi, UGM tidak memiliki data bagaimana mekanisme terbakarnya resin ini sehingga menyerahkan sepenuhnya hasil temuan tersebut kepada BPBD untuk ditindaklanjuti.

126 kali

Data BPBD Sleman, fenomena api di Seyegan ini kali pertama muncul pada 23 Mei 2026 lalu terakhir terlihat pada Jumat (14/6/2026). 

Selama 22 hari berselang, tercatat telah terjadi sebanyak 126 kali insiden letupan api. Situasi dalam dua hari terakhir mulai kondusif, terutama pascadoa bersama.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan, meskipun belum melakukan inventarisasi kerugian secara menyeluruh, kerugian materiil akibat kerusakan perabotan seperti sofa, pakaian, hingga lemari sekitar Rp45 juta, berdasarkan keterangan keluarga Agusyani. 

"Karena (hasil riset akademisi) tidak ada hubungannya dengan gas alam di sana, maka nanti ini tugasnya kepolisian dengan timnya yang akan mencari penyebab munculnya api," kata dia. 

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, mengatakan, pihaknya sebenarnya telah turun langsung mendampingi warga dan Pemkab Sleman sejak awal mula peristiwa terjadi. 

Menyusul keluarnya hasil kajian ilmiah dari para ahli, fokus kerja kepolisian kini bergeser ke ranah penyelidikan guna mencari fakta. 

Polisi menggali fakta apa yang sebenarnya terjadi di lapangan, termasuk mencari apakah ditemukan ada unsur kesengajaan atau tidak, dalam kasus ini. 

Mengenai potensi alat bukti, ia menyatakan telah mengantongi bahan-bahan awal yang didapatkan dari BPBD Sleman, meskipun masih jauh dari pembuktian pidana. 

Salah satu objek yang akan diteliti adalah rekaman CCTV. (*)

Sumber: Tribun Jogja

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved