Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jepara

Masyarakat Jepara Jadi Garda Terdepan “Mageri Segoro” Dari Pagar Bambu ke Pagar Laut

Ombak sore itu datang pelan, menggulung lembut ke bibir pantai Desa Tanggultlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG/IST (Dok Pemkab Jepara).
PENINJAUAN - DLH Jepara saat meninjau lokasi bibir pantai Desa Tanggultlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Ombak sore itu datang pelan, menggulung lembut ke bibir pantai Desa Tanggultlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jateng.

Di antara deru angin baratan, berdiri barisan pagar bambu sederhana yang menahan riak gelombang. 

Bukan bangunan beton, bukan proyek besar, melainkan hasil kerja tangan warga desa pelindung yang mereka bangun sendiri.

Baca juga: Pemerintah Jepara Gerak Cepat Tutup Tambang Ilegal di Geneng, Komitmen Tegas Lindungi Lingkungan

Baca juga: Detik-detik Gani Erlangga Tewas Kecelakaan Tabrak L300 di Bangsri Jepara, Luka Parah

“Kalau bukan kami yang jaga laut ini, siapa lagi?” ujar Sadimin, Ketua Pokdarwis Tanggul Samudra, sambil menunjuk ke pagar bambu yang kini menjadi benteng pertama dari abrasi, Selasa (14/10/2025).

Di balik suara tenangnya, tersimpan keyakinan kuat bahwa laut bukan hanya sumber rezeki, tapi juga warisan hidup yang harus dijaga.

Ketika program “Mageri Segoro” diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 5 Juni 2025, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, semangat pelindungan pesisir itu segera bergema hingga ke kampung-kampung nelayan. 

Namun, di Jepara, gerakan ini tidak berhenti pada seremoni penanaman pohon. 

Masyarakat menjadi motor penggerak.

Warga Tanggultlare telah lama hidup berdampingan dengan abrasi. Lahan yang dulu lapang kini kian menyempit, tergerus ombak setiap musim baratan tiba.

Dari keresahan itulah, muncul ide sederhana, menanam pagar bambu sepanjang pantai. 

Hasilnya perlahan terlihat. 

Lapisan sedimen yang semula setebal 100 cm kini berkurang menjadi 90 cm tanda abrasi mulai melambat.

“Bambu itu murah, mudah didapat. Tapi kalau dipasang bersama-sama, dampaknya besar. Ini kerja gotong royong, bukan proyek siapa-siapa,” kata Sadimin.

Selain pagar bambu, warga juga aktif menanam mangrove jenis Rhizophora sp. 

Tahun ini, penanaman 23.000 batang mangrove dilakukan serentak di lima lokasi pesisir Jepara, Desa Kedungmalang, Desa Mororejo, Desa Ujungwatu, Desa Clering, dan Tanggultlare.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved