Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Hari Pertama MBG di Guyangan Jepara: Dari Aroma Nasi Hainan hingga Evaluasi Dapur Gizi

Di balik pembagian MBG, ada cerita tentang dapur yang masih belajar menyesuaikan ritme, selera siswa, dan tantangan teknis di lapangan.

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG
DAPUR SPPG - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Guyangan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, saat klarifikasi terkait menu makanan perdana. (Dok Diskominfo Jepara) 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Ratusan siswa SMP Negeri 2 Bangsri menerima paket makan bergizi gratis (MBG) untuk pertama kalinya. 

Program nasional yang dinanti itu akhirnya hadir di sekolah mereka. 

Di balik pembagian makanan perdana tersebut, ada cerita tentang dapur yang masih belajar menyesuaikan ritme, selera siswa, dan tantangan teknis di lapangan.

Baca juga: Dari Sampah Plastik ke Energi, Harapan Baru Warga Pesisir Suwawal Jepara Hadapi Bencana

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Guyangan, Bangsri, menjadi salah satu titik awal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara

Bagi pengelola dapur, hari pertama bukan sekadar memasak dan mendistribusikan makanan, melainkan ujian awal sebuah sistem yang masih dalam tahap uji coba.

Kepala SPPG Yayasan Al Mawaddah Guyangan 1, M. Nor Arif Afendi, mengakui bahwa menu perdana langsung mengundang beragam respons dari siswa. 

Salah satunya terkait nasi yang disajikan. 

Hari itu, dapur memilih menu chicken rice hainan nasi berbumbu dengan aroma khas.

“Anak-anak ternyata lebih terbiasa dan lebih suka nasi putih biasa. Karena aromanya berbeda, ada yang kurang cocok,” kata Arif dalam keterangan yang diterima Tribunjateng, Kamis (18/12/2025).

Keluhan lain yang sempat beredar di media sosial mengenai ayam setengah matang juga langsung ditindaklanjuti.

Arif bersama Babinsa Guyangan, Sugiarto, serta perwakilan guru SMP Negeri 2 Bangsri turun langsung melakukan pengecekan.

Hasilnya, pihak sekolah tidak menemukan ayam berdarah seperti yang dikhawatirkan. 

Menurut Arif, ayam telah dimasak hingga matang, namun warna putih di bagian dalam muncul karena bumbu belum sepenuhnya meresap. 

“Ini menjadi catatan penting bagi kami agar ke depan kualitas rasa dan tampilan lebih seragam,” ucapnya.

Di dapur, tantangan hari pertama tidak berhenti di situ. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved