Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Menjaga Api Tradisi Perang Obor di Jepara, Kisah 40 Warga Tak Khawatir Kena Luka Bakar

Tradisi budaya cukup ekstrem bernama "Perang Obor" yang diuri-uri masyarakat Tegalsambi Jepara dari tahun ke tahun.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Saiful Ma sum
PERANG OBOR - Puluhan peserta Perang Obor Tegalsambi Jepara adu hantam obor di perempatan Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Senin (25/5/2026). Ada lebih dari 400 obor digunakan dalam tradisi tersebut.  

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Perempatan Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara disulap menjadi lautan manusia dalam semalam, Senin (25/5/2026).

Puluhan ribu warga hadir menyaksikan langsung pelaksanaan tradisi budaya cukup ekstrem bernama "Perang Obor" yang diuri-uri masyarakat Tegalsambi dari tahun ke tahun.

Perang Obor tahun ini diperankan 40 warga Tegalsambi terpilih dari kategori remaja hingga dewasa.

Baca juga: Kemeriahan Perang Obor 2025 di Desa Tegalsambi Jepara

Disiapkan lebih dari 400 obor terbuat dari daun kelapa dan daun pisang kering yang diikat kuat dengan bambu.

Masing-masing peserta saling baku hantam dengan menggunakan obor masing-masing yang sudah dinyalakan api.

Setiap obor yang sudah berkobar api saling dihantamkan.

Representasi sebuah perang yang berpusat pada satu titik wilayah yaitu perempatan Desa Tegalsambi.

Tahun ini, semua pemain Perang Obor berseragam dengan memakai baju batik lurik, celana panjang, bersepatu dan memakai topi tradisional.

Ada yang memakai topi dari anyaman daun pandan, ada juga yang memakai caping dari anyaman bambu.

Satu di antara pemain, Muhammad Rosidi (52) sudah dua kali menjadi pemain Perang Obor.

Pengalaman pertamanya dilakukan pada 2019 lalu sebagai pengalaman yang cukup berat bagi dia.

Saat itu, dia mendapatkan hantamam keras obor mengenai kepala hingga hampir pingsan.

Dia juga mendapatkan beberapa luka bakar di tangan, kaki dan badan, selanjutnya diolesi dengan minyak khusus selepas Perang Obor selesai.

Menurut Rosidi, Perang Obor merupakan tradisi budaya cukup ekstrem yang dimiliki Desa Tegalsambi Jepara.

Karena itu, peserta Perang Obor adalah warga Tegalsambi yang memiliki nyali mengikuti perang dengan obor yang menyala api.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved