Berita Jepara
Aspal Baru Harapan Baru, Warga Tempur dan Banyumanis Rasakan Dampak Jalan Mulus Jepara Utara
Deru sepeda motor milik Sumarni (47) warga Desa Tempur, kini tak lagi tersendat di tanjakan Jalan Desa Watuaji, Kecamatan Keling, Jepara
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Deru sepeda motor milik Sumarni (47) warga Desa Tempur, kini tak lagi tersendat di tanjakan Jalan Desa Watuaji, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.
Perempuan yang sehari-hari membuka warung kopi kecil di jalur menuju Desa Tempur itu tersenyum lega.
Jalan yang dulu berlubang dan licin saat hujan, kini telah mulus dan lebih lebar.
“Kalau dulu wisatawan sering ragu naik ke atas. Sekarang jalannya enak, orang-orang makin sering mampir,” kata Sumarni kepada Tribunjateng, Kamis (18/12/2025).
Baca juga: Hari Pertama MBG di Guyangan Jepara: Dari Aroma Nasi Hainan hingga Evaluasi Dapur Gizi
Kisah Sumarni hanya satu dari banyak cerita warga Jepara Utara yang merasakan langsung dampak peningkatan jalan di kawasan Donorojo dan Keling.
Infrastruktur yang lebih baik bukan sekadar soal aspal, tetapi juga tentang harapan baru bagi ekonomi warga di sekitar destinasi wisata.
Di Banyumanis, Arifin (32), pemilik jasa ojek wisata menuju Benteng Portugis, mengaku perjalanan kini jauh lebih singkat dan aman.
“Dulu banyak tamu minta turun sebelum sampai karena jalannya rusak. Sekarang bisa langsung sampai lokasi, lebih cepat, lebih nyaman,” ucap Arifin.
Bupati Jepara Witiarso Utomo turun langsung meninjau hasil pekerjaan peningkatan jalan tersebut.
Didampingi Kepala Dinas PUPR Jepara, Hery Yulianto, ia menyusuri sejumlah ruas strategis, mulai dari Jalan Tulakan - Banyumanis, Banyumanis - Ujungwatu menuju Benteng Portugis, hingga Jalan Watuaji menuju Desa Tempur.
Bupati Witiarso menegaskan, pembangunan jalan memang dirancang untuk menjawab kebutuhan warga secara langsung, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.
“Jalan ini bukan hanya penghubung wilayah, tapi juga penghubung ekonomi warga. Ketika akses ke Benteng Portugis dan Tempur membaik, peluang usaha masyarakat ikut terbuka,” ujar Witiarso.
Menurut Witiarso, peningkatan jalan di Jepara Utara merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan antarwilayah.
Infrastruktur yang layak di daerah pinggiran diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pusat kota.
Hal serupa dirasakan warga Desa Tempur yang berada di lereng Gunung Muria.Dikenal dengan udara sejuk dan panorama alamnya, desa ini semakin ramai dikunjungi wisatawan sejak akses jalan diperbaiki.
| Duduk Setara di Bumi Kartini, Ribuan Warga Santap 477 Tumpeng Ingkung di Malam Hari Jadi Jepara |
|
|---|
| Proyeksi Besar Pemkab Jepara Angkat Sektor Wisata, Infrastruktur Penunjang Jadi PR |
|
|---|
| 17 WNA dari 12 Negara Ikuti Selametan 102 Tumpeng di Pelataran Masjid Astana Sultan Hadlirin Jepara |
|
|---|
| Luwur Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat Diarak 11 Kuda dan 11 Andong Sejauh 3,8 Kilometer |
|
|---|
| Kembalikan Marwah Jepara Pusat Seni Ukir Nasional, Pameran TATAH 2026 Digelar di Museum Jakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251218_jepara2.jpg)