Berita Jepara
Cuaca Ekstrem Nataru 2025, Penyeberangan Karimunjawa dari Jepara Bergantung Langit dan Ombak
Cuaca ekstrem di penghujung tahun ini menjadi faktor utama yang menentukan bisa atau tidaknya penyeberangan menuju Karimunjawa
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Awan kelabu menggantung di atas perairan Jepara pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Angin laut yang sesekali menguat membuat dermaga Pelabuhan Kartini tak seramai biasanya.
Beberapa calon penumpang tampak menunda keberangkatan, sebagian lainnya sibuk memantau informasi cuaca melalui ponsel mereka.
Cuaca ekstrem di penghujung tahun ini menjadi faktor utama yang menentukan bisa atau tidaknya penyeberangan menuju Karimunjawa.
Baca juga: Libur Nataru, Pantai Kartini Jepara Sepi Wisatawan, Harapan Masih Menyala
Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara menegaskan bahwa seluruh aktivitas pelayaran tetap harus berpedoman pada kondisi cuaca demi keselamatan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara, Deni Hendarko, mengatakan secara umum kondisi cuaca masih memungkinkan, namun tetap fluktuatif dan harus diwaspadai.
“Masih, cuaca masih memungkinkan. Tapi semuanya tergantung kondisi cuaca harian. Wisatawan kami imbau untuk selalu melihat prakiraan cuaca. Kalau tidak mendukung, sebaiknya jangan berangkat ke Karimunjawa,” kata Deni kepada Tribunjateng, Jumat (26/12/2025).
Ia menegaskan, penyeberangan dari Pelabuhan Kartini Jepara tidak bisa dipaksakan.
Ketika cuaca memburuk, pelayaran akan dihentikan sementara.
“Pernah juga off, tidak ada penyeberangan sama sekali kalau cuaca memang tidak memungkinkan. Keselamatan tetap yang utama,” tegasnya.
Selain faktor cuaca, keterbatasan armada juga turut memengaruhi kelancaran penyeberangan.
Kapal cepat Siginjai saat ini masih dalam proses perbaikan mesin yang telah berlangsung sekitar satu pekan.
“Siginjai masih dalam perbaikan. Sejak semingguan ini, jadi yang ekspres masih berjalan,” jelasnya.
Melalui pemberitahuan resmi, Dinas Perhubungan Jepara mengumumkan bahwa pada 26 Desember, Kapal Siginjai tidak dapat berlayar atau dinyatakan off karena adanya perbaikan mesin.
Hingga kini, belum ada kepastian waktu operasional kembali.
| Serapan Pupuk Subsidi di Jepara Lampaui Target, Semester Pertama Capai 61,7 Persen |
|
|---|
| Jalan Rusak Ruas Jepara-Keling dapat Alokasi Rp 37,1 Miliar dari Bantuan Provinsi |
|
|---|
| Puluhan Tahun Disiksa di Luar Negeri, Titik Hilang Ingatan Hanya Bisa Menyebut Nama Jepara |
|
|---|
| Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Kepulauan Karimunjawa Jepara |
|
|---|
| Misteri Mobil Terbakar Malah Ditinggal Pemiliknya di Jepara, Diduga Dipakai untuk Ngangsu BBM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kapal-Siginjai-yang-mulai-berangkat-mengantarkan-logistik-Pilkada-ke-Karimunjawa.jpg)