Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Padi Varietas Biosalin Diujicobakan di 22 Hektare Lahan Sawah Jepara

Di bidang tanaman padi, bibit varietas baru bernama Biosalin sudah diujicoba di atas lahan 22 hektare pada Desember 2025 di Jepara.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Saiful Ma sum
TANAM PADI - Petani sedang menanam padi di area persawahan wilayah pesisir pantai di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jumat (2/1/2026). Kabupaten Jepara mendapatkan bantuan berupa bibit tanaman padi varietas Biosalin ditanam di atas lahan 22 hektare. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Lahan pertanian di pesisir Jepara kini mulai mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.

Di bidang tanaman padi, bibit varietas baru bernama Biosalin sudah diujicoba di atas lahan 22 hektare pada Desember 2025.

Padi varietas baru ini dinilai mampu beradaptasi dengan kultur lahan persawahan yang mengandung garam tinggi. Sehingga tidak mudah rusak dan mati ketika dilanda banjir rob dan uap asin dari laut.

Baca juga: "Kami Hanya Ingin Bertahan dan Bisa Panen" Pilu Petani Pesisir Jepara Bertarung Melawan Rob

TERUNGKAP, SKCK Palsu Beredar di Jepara, Pelaku 3 Karyawati Swasta

Kepala DKPP Kabupaten Jepara, Mudhofir menyampaikan, potensi lahan pertanian di Kabupaten Jepara mencapai 611 hektare. Di antaranya terbentang di kawasan pesisir pantai.

Hanya saja, hasil panen di lahan pesisir pantai belum bisa dimaksimalkan untuk mendukung swasembada pangan, khususnya tanaman padi.

Kata dia, beberapa persoalan yang menghambat optimalisasi pertanian di kawasan pesisir adalah air rob yang merusak tanaman dan berujung gagal panen karena mati.

"Sebenarnya, lahan sawah di kawasan pesisir sangat potensial untuk dikembangkan karena letak geografisnya datar."

"Tetapi, lagi-lagi ancaman rob ini yang seketika menjadi ancaman serius bagi petani," terangnya, Jumat (2/1/2026).

Mudhofir menyebut, rob air laut tidak bisa dicegah. Tanaman yang terdampak rob juga tidak bisa dihindarkan dan disembuhkan.

Sejauh ini petani hanya pasrah ketika tanamannya dilanda rob, karena dipastikan tanaman mati dan berujung gagal panen.

Pihaknya pun menyambut bahagia ketika bantuan datang dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berupa bibit padi varietas unggul bernama Biosalin.

Bibit ini sudah ditanam perdana pada akhir 2025 di atas lahan total 22 hektare.

Baca juga: Tangis Haru Wiwik di Penghujung Tahun, Santunan Pemkab Jepara Jadi Penyemangat bagi Ratusan Warga

Siap-siap, Ini Jadwal Resmi Pelunasan Tahap II Biaya Haji 2026 di Jepara

Rinciannya, 10 hektare terletak di persawahan Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, 10 hektare di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, dan 2 hektare ditanam di Kemujan, Kecamatan Karimunjawa.

"Jadi trial di Jepara untuk varietas Biosalin ditanam di atas lahan 22 hektare. Berupa bantuan bibit, dilanjutkan pendampingan teknis, dan juga ada bantuan pupuknya," ujar dia.

Mudhofir menegaskan, Biosalin cocok ditanam di lahan pesisir pantai mampu menahan kadar garam tinggi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved